banner 1000x130

Hari Raya Galungan Koperasi Ngardi Rahayu Salurkan 1000 Paket Daging Babi untuk Krama Adat Penyarikan

banner 2500x130 banner 1000x130

Badung — Nusantarajayanews.id | Koperasi Ngardi Rahayu di Desa Bualu, Nusa Dua Badung, membuktikan bahwa koperasi bisa menjadi tulang punggung ekonomi banjar. menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, koperasi Ngardi Rahayu menyerahkan 1000 paket daging babi sebagai dana pembinaan daerah kerja atau CSR. Paket ini dibagikan ke 500 warga Banjar Penyarikan dan 500 anggota koperasi dengan partisipasi terbesar di tahun buku 2025.

“Ini bukti nyata anggota tidak hanya dapat SHU, tapi juga benefit lain lewat sistem poin di luar SKU,” ujar I Putu Candra Satryastina, Pengurus sekaligus General Manager Koperasi Ngardi Rahayu, dalam sambutannya di acara penyerahan paket sembako bersubsidi dan pembagian daging babi secara simbolis, di bale Banjar Adat Penyarikan desa adat Bualu, Badung. sabtu (13/6/2026).

banner 1000x130 banner 1000x130

Dalam sambutannya, Putu Candra mengulas perjalanan koperasi yang didirikan para sesepuh Banjar Penyarikan tahun 2007. Titik terberat terjadi saat pandemi 2020. Kredit macet atau NPL meroket ke 43%. Hampir separuh dana koperasi macet.

Koperasi bekerja keras memulihkan. Hasilnya, aset pun kini mencapai Rp107 miliar dan NPL turun drastis menjadi 0,1%. Jumlah anggota juga meledak dari 536 orang menjadi 2.353 orang anggota. Sejak 2022 koperasi sudah open publik, tidak hanya eksklusif Adat Penyarikan lagi. Anggotanya kini tersebar sampai Tabanan, Karangasem, hingga Denpasar.

“Kami terus buka kas cabang untuk membangun ekosistem,” katanya.

Produk unggulan koperasi adalah Sangga Plus, simpanan anggota yang dikolaborasikan dengan BPJS Ketenagakerjaan, dimana Preminya akan dibayarkan oleh koperasi. Saat cair, dana dikelola dalam ekosistem pengabdian gratis untuk warga Banjar Penyarikan.

Lewat sistem pantus auto debit Rp25.000 per warga setiap ada yang meninggal, terkumpul dana sekitar Rp14 juta. Anggota Sangga Plus yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan Rp63 juta.

Dana santunan itu tidak dilepas begitu saja. Koperasi membentuk unit usaha “Piranti Yadnya” sebagai agregator. Piranti Yadnya tidak memproduksi langsung, tapi menghubungkan semua serati dan UMKM di Banjar Penyarikan.

“Kita kumpulkan kita berikan wadah termasuk warga yang sebelumnya belum berdagang bade yang memiliki usaha bisa membuat bade sekarang, sehingga kami tidak mematikan UMKM yang sudah eksis jadi kita tidak berkompetisi lagi tapi kita mewadahi UMKM yang sudah ada,”ucap Putu Chandra.

Inovasi lain yang di miliki Koperasi Ngardi Rahayu adalah “Sembako”, Sistem Ekonomi Modern Berbasis Anggota dengan gerai otomatis. Koperasi sudah kerja sama dengan 83 UMKM se-Kecamatan Kuta Selatan. Beras dari Perumda Badung tidak dijual langsung ke M-user, tapi disalurkan lewat warung kelontong warga dengan sistem konsinyasi.

“Barang kami berikan tanpa bayar di awal. Warga tidak perlu mikir modal, bisa bersaing dengan minimarket modern,” jelas Putu Candra.

Koperasi Ngardi Rahayu dan PT Sangayu, merupakan anak perusahaan koperasi dengan 90% saham koperasi dan 10% milik Banjar Penyarikan.

putu Candra menegaskan, Pengurus sudah menyusun rancangan besar ekosistem dari hulu ke hilir. Termasuk “Optimum Market” dengan visi ke depan adalah kemandirian kewilayahan.

“Banjar wajib mandiri ekonomi dan finansial. Banjar tidak boleh memberatkan warga dengan iuran. Banjar harus punya penghasilan sendiri.” tegasnya.

PT Satria Bakti Rahayu, anak usaha koperasi menjadi kendaraan untuk mewujudkan ekosistem tersebut agar warga tidak hanya menjadi pekerja hotel, tetapi memiliki opsi usaha sendiri.(tik).

 

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130