banner 1000x130

Polrestabes Surabaya Bongkar Jaringan Scamming Internasional, Jumlah Tersangka Bertambah Jadi 45 Orang dari Empat Negara

banner 2500x130 banner 1000x130

SURABAYA |Nusantara Jaya News – Polrestabes Surabaya terus mengembangkan penyidikan kasus jaringan scamming internasional yang berhasil diungkap beberapa waktu lalu. Dalam perkembangan terbaru, jumlah tersangka dalam perkara kejahatan siber lintas negara tersebut bertambah menjadi 45 orang setelah penyidik menetapkan satu tersangka baru.

Perkembangan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., didampingi jajaran Satreskrim, Kejaksaan dan Interpol dalam konferensi pers pada Rabu (17/6/2026).

banner 1000x130 banner 1000x130

Kapolrestabes menjelaskan bahwa sebelumnya penyidik telah menetapkan 44 tersangka. Namun, hasil pengembangan penyelidikan dan pendalaman alat bukti kembali mengarah pada keterlibatan satu orang lainnya sehingga total tersangka kini menjadi 45 orang.

“Perlanjutan proses penyelidikan terhadap 44 pelaku ditambah dengan satu lagi. Berarti total sekarang ada 45 tersangka yang terdiri dari 30 warga negara China, kemudian 4 warga negara Jepang, 7 warga negara Taiwan, dan sejumlah warga negara Indonesia,” ungkap Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini menjadi salah satu perkara kejahatan siber internasional terbesar yang pernah ditangani Polrestabes Surabaya. Pasalnya, jaringan tersebut melibatkan pelaku dari berbagai negara dengan target korban yang berada di luar Indonesia.

Polrestabes Surabaya menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara tersebut hingga ke akar-akarnya. Untuk memperkuat proses penyidikan, pihak kepolisian Indonesia menjalin kerja sama erat dengan berbagai lembaga internasional serta aparat penegak hukum dari negara-negara yang terkait dengan kasus tersebut.

“Kita berkomitmen bahwa penyelidikan ini akan terus kita tuntaskan. Kita bekerja sama dan difasilitasi melalui jalur kerja sama internasional, termasuk dengan Kepolisian Jepang dan Kepolisian China untuk penuntasan kasus ini,” tegasnya.

Dalam proses penyidikan yang terus berjalan, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah korban yang berada di Jepang. Keterangan para korban menjadi bagian penting untuk mengungkap secara menyeluruh modus operandi yang digunakan para pelaku serta menghitung total kerugian yang ditimbulkan.

“Perkembangan yang dapat kami sampaikan, untuk saat ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap korban-korban yang ada di Jepang. Dalam waktu dekat kami juga akan segera melakukan pemeriksaan terhadap korban yang berada di China,” jelas Kapolrestabes.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk memperdalam konstruksi perkara, termasuk menelusuri aliran dana, peran masing-masing tersangka, serta jaringan internasional yang diduga masih memiliki keterkaitan dengan kelompok tersebut.

Selain itu, penyidik juga terus melakukan pendalaman terhadap modus kejahatan yang digunakan para pelaku. Polisi berupaya memastikan besaran kerugian yang dialami para korban di Jepang maupun China sehingga dapat memberikan gambaran utuh mengenai dampak kejahatan yang dilakukan jaringan tersebut.

“Kita akan terus menelusuri kasus ini dan melakukan pendalaman terhadap modus maupun kerugian yang dialami para korban, baik di China maupun di Jepang,” katanya.

Menariknya, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aparat kepolisian memastikan bahwa tidak ditemukan korban dari warga negara Indonesia dalam kasus tersebut. Seluruh korban yang teridentifikasi sejauh ini berasal dari luar negeri, khususnya Jepang dan China.

“Tidak ada korban dari warga negara Indonesia. Karena itu pendalaman akan terus kami lakukan terhadap korban-korban yang berada di China maupun Jepang,” imbuhnya.

Kapolrestabes juga menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak kejaksaan berlangsung secara intensif guna memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai prosedur dan dapat segera memasuki tahapan berikutnya tanpa hambatan berarti.

Menurutnya, sinergi antara penyidik dan jaksa sangat penting untuk mempercepat penyelesaian perkara sekaligus memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.

“Dari kejaksaan kita juga selalu berkoordinasi untuk terus mengawal proses ini sehingga diharapkan bisa berproses lebih cepat dan seluruh pelaku yang terlibat dapat dijaring tanpa ada hambatan,” ujarnya.

Penyidik saat ini masih terus mengumpulkan berbagai informasi tambahan dari hasil pemeriksaan korban serta analisis terhadap perangkat elektronik yang berhasil diamankan saat pengungkapan kasus. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka maupun fakta-fakta baru akan terus berkembang seiring berjalannya proses penyidikan.

Kasus ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya menjadi mitra aktif dalam pemberantasan kejahatan siber internasional, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengungkap jaringan kejahatan lintas negara yang beroperasi dengan teknologi dan modus yang semakin kompleks.

Polrestabes Surabaya memastikan akan terus bekerja sama dengan otoritas internasional guna memburu seluruh pihak yang terlibat dan memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. (Red)

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130