banner 1000x130

Peringati Bulan Bung Karno, Pelajar Adu Kreativitas di Lomba Peragaan Busana Majapahit Kekinian

banner 2500x130 banner 1000x130

Tabanan – Nusantarajayanews.id | Museum Majapahit Tanah Lot, Tabanan, Bali, menjadi panggung kreativitas generasi muda melalui gelaran Lomba Peragaan Busana Majapahit Kekinian. Ajang yang memperebutkan Piala Bupati Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya ini digelar Sabtu (20/6/2026) dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.

Mengusung tema “Melalui sentuhan modern dan kreativitas generasi masa kini, semangat Majapahit kembali hadir di atas panggung dalam balutan busana yang anggun, dan penuh makna”, lomba diikuti puluhan peserta dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga masyarakat umum. Acara turut dihadiri Ketua Dekranasda kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, serta jajaran Forkopimda Tabanan.

banner 1000x130 banner 1000x130

Dalam. sambutannya, Direktur Utama Museum Majapahit Tanah Lot, I Gusti Made Suryantha Putra, menegaskan museum memiliki peran strategis sebagai lembaga pelestarian sejarah dan budaya berbasis pendidikan kontekstual. Pemilihan Bulan Bung Karno bukan tanpa alasan.

“Bung Karno menyampaikan tiga hal: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya. Hal inilah yang diterapkan di Museum Majapahit. Museum ini menjadi laboratorium mengembangkan kebudayaan dari masa lampau sampai masa sekarang,” ujarnya.

Melalui lomba ini, peserta diajak mengintegrasikan pengetahuan sejarah Majapahit dengan kreativitas digital agar pembelajaran lebih menarik, relevan, dan bermakna. Tujuan utamanya menumbuhkan kecintaan budaya Nusantara sejak usia dini, mengembangkan kreativitas edukatif, serta mengasah bakat peragaan busana.

Penilaian diserahkan kepada tiga dewan juri profesional diantaranya, Lisa Mantjika, mantan Putri Pariwisata dan Budaya Putri Indonesia, Gede Yudi, desainer artis nasional, dan Andri Purwanto, pakar modelling, public speaking, dan entertainment.

Lisa Mantjika menyebut aspek yang dinilai meliputi kesesuaian tema, keserasian busana dengan usia model, kerapian, rambut, make-up, dan cara catwalk.

“Karena dilaksanakan di museum, penilaian lebih diutamakan pada kostum yang ada kaitannya dengan Kerajaan Majapahit,” jelasnya.

Ia juga menyoroti keunikan lomba yang digelar di museum, berbeda dari ajang fashion show yang biasanya di mall atau panggung khusus.

Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang hadir mewakili Bupati mengapresiasi inisiasi Museum Majapahit. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar ajang kreativitas, tapi juga sarana edukasi mengenalkan nilai sejarah, budaya, dan jati diri bangsa.

“Warisan budaya Majapahit memiliki nilai luhur patut kita pelajari, pahami, dan lestarikan. Peragaan busana ini memadukan elemen sejarah kerajaan Majapahit dengan gaya modern. Melalui inovasi, kita tunjukkan budaya tidak hanya masa lalu, tapi terus hidup dan menyesuaikan selera fashion saat ini,” kata I Made Dirga.

Ia berharap peserta menjadikan lomba sebagai momentum meningkatkan percaya diri, wawasan budaya, dan kecintaan pada warisan leluhur.

“Menang atau kalah bukan tujuan utama, melainkan bagaimana kita bersama mempertahankan, menjaga, mengembangkan, dan melestarikan kekayaan budaya bangsa,” tegasnya.

Pemkab Tabanan, kata I Made Dirga, senantiasa mendukung kegiatan pelestarian budaya, penguatan karakter generasi muda, dan pengembangan pariwisata berbasis budaya demi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.

Senada hal tersebut, Ketua Dekranasda Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya mengapresiasi kegiatan ini sebagai kegiatan sejarah yang luar biasa dan berharap tidak berhenti di sini.

“Kita jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kegiatan ini tak sekadar fashion show, tapi bagaimana kita meneladani makna jasa besar Bung Karno. Penanaman sejarah dari anak-anak akan lebih melekat,” ujarnya.

Rai Wahyuni juga menekankan dampak ekonomi kegiatan ini terhadap UMKM pengerajin tekstil khususnya di Tabanan.(tik).

 

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130