banner 1000x130
Budaya  

Candi Prambanan Adalah Bingkai, Pesan dan Spiritual Adalah Isinya

banner 2500x130 banner 1000x130

ŚŪRABHAYA |Nusantara Jaya News – Kunjungan Perdana Menteri India Shri Narendra Modi ke Indonesia (6-8 Juli 2026) telah memberi/meninggalkan kesan dan pesan spiritual yang begitu mendalam untuk kita bangsa Indonesia.

Rencana kedatangan Perdana Menteri Narendra Modi ini telah diketahui oleh Puri Aksara Rajaptni sebelumnya dari komunikasi intensif antara Puri Aksara Rajaptni dengan Konsul kehormatan India di Surabaya. Selama ini kantor Konsul Kehormatan India memang sudah menjalin komunikasi kebudayaan khususnya di bidang aksara. Aksara Jawa memiliki ikatan panjang dengan aksara Brahmi melalui aksara Pallawa yang masuk ke Nusantara.

banner 1000x130 banner 1000x130

Aksara Pallawa masuk ke Nusantara pada sekitar abad ke-4 hingga ke-5 Masehi. Bukti tertua keberadaannya ditemukan melalui Prasasti Yupa dari Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, yang diperkirakan berasal dari sekitar tahun 400 Masehi (abad ke-5). Berarti sudah lebih dari 1500 tahun.

Kunjungan PM India Narendra Modi pada 2026 (abad 21) menjadi simbol kuatnya hubungan kedua negara di bidang budaya dan spiritual. Candi Prambanan menjadi sebuah bingkai hubungan itu.

Candi Prambanan nan Mega. Foto: ist

Di hadapan megahnya Candi Prambanan, PM Modi tidak hanya melihat bangunan batu, tapi merasakan denyut hidup warisan leluhur yang masih dijaga hingga hari ini.

Shri Narendra Modi mengakui bahwa Prambanan bukan sekadar situs sejarah. Lebih dari itu, Prambanan adalah bukti nyata bahwa hubungan India dan Indonesia bukan baru kemarin sore, tapi sudah terjalin lebih dari 1.500 tahun,melalui budaya, dharma, dan spiritualitas yang sama.

 

Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)

Candi Prambanan adalah perlambang benda cagar budaya yang harus terus lestari. Namun secara non fisik ada pula yang harus turut lestari. Yaitu berbagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan nilai filosofis yang wajib dijaga agar maknanya tidak lekang oleh zaman.

Tim dari India pun menyempatkan melihat salah satu warisan tak benda yang menjadi wujud koneksi India-Indonesia. Yaitu aksara Jawa Kuna, yang masih memiliki pengaruh aksara Pallawa di Candi Plaosan.

Aksara Pallawa adalah aksara asal India yang masuk ke Nusantara pada abad ke 5. Selain aksara juga ada bahasa yang juga mulai dikenal di Nusantara. Yaitu Bahasa Sansekerta.

 

Pengingat

Bagi umat Hindu Nusantara dan bangsa Indonesia, ini adalah pengingat: bahwa warisan kita diakui dunia. Tapi, apakah kita sendiri sudah cukup menjaganya dan menghargainya?

Secara fisik Candi Prambanan menyatukan dua bangsa besar: Indonesia – India. Antar keduanya ada kolaborasi resmi yang berupa restorasi bersama Candi Prambanan.

 

Tonggak

Konservasi serta Restorasi Kompleks Candi Prambanan ini menjadi tonggak baru penguatan diplomasi budaya kedua negara. Selain menjaga salah satu warisan budaya dunia, kerjasama ini diharapkan memperkokoh hubungan historis, spiritual, dan kebudayaan, yang telah terjalin selama berabad-abad.

Candi Prambanan menjadi saksi, bisu tapi menyimpan berjuta kata dan pesan. Candi Prambanan hanya menjadi bingkai spiritual. Bagaimana menata isinya?

 

Mengisi Bingkai Spiritual

Intangible Heritage adalah isi bingkai agar selaras antara bingkai dan isinya. Menyelaraskan bingkai spiritual Candi Prambanan dengan intangible heritage (warisan takbenda) harus dilakukan dengan menghidupkan kembali roh dan nilai filosofis di dalamnya.

Yaitu aksi yang dapat diterapkan melalui pendekatan pendekatan agar situs ini tidak sekedar menjadi monumen batu mati.

Cerita Ramayana pada relief Candi Prambanan. Foto: ist

Pertama, menghidupkan Relief sebagai Pertunjukan. Kisah epik seperti Ramayana yang terpatri pada dinding candi harus terus diinterpretasikan melalui seni pertunjukan, seperti Ramayana Ballet Prambanan, menjembatani sejarah masa lalu dengan ekspresi seni modern.

Kedua, Praktik Ritual Keagamaan. Menjadikan kompleks candi sebagai pusat ibadah dan ziarah aktif, seperti pada saat perayaan hari besar keagamaan Hindu. Ini menjaga kesakralan fungsi spiritual candi tersebut.

Ketiga, Edukasi Kosmologis & Filosofis. Menyampaikan narasi dan pesan moral dari legenda dan sejarah Mataram Kuno melalui pemandu wisata atau media digital, sehingga pengunjung memahami makna dibalik arsitektur.

Keempat, Mengenali Inskripsi Beraksara Jawa. Melalui Inskripsi kita bisa tau apa yang dikata atau diekspresikan leluhur secara langsung.

Inskripsi di Candi Plaosan. Foto: ist

Inskripsi (prasasti) memang merupakan bukti primer, yang paling otentik dalam sejarah. Melalui media seperti batu atau logam, kita bisa membaca langsung pesan, hingga ekspresi emosi leluhur tanpa perantara penafsiran dari pihak ketiga. Ini membuat catatan masa lalu terasa sangat hidup pada masa sekarang.

Itulah isi indah yang harus mengisi bingkai Candi Prambanan. Kita bangsa Indonesia harus bisa mengisinya. (nng)

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130