banner 1000x130
Berita  

Hari Anak Nasional, IPNU-IPPNU Tanjungbalai Tuntut Perlindungan Korban dan Usut Tuntas Kasus

banner 2500x130 banner 1000x130

TANJUNG BALAI | – Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Tanjungbalai mengecam keras dugaan tindak kekerasan seksual terhadap seorang murid sekolah dasar yang diduga melibatkan seorang oknum guru aparatur sipil negara (ASN) di salah satu sekolah dasar di Kota Tanjungbalai.(23/7/26)

 

banner 1000x130 banner 1000x130

IPNU-IPPNU Kota Tanjungbalai menegaskan bahwa dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensi. Dugaan peristiwa tersebut telah mengguncang rasa keadilan masyarakat serta mencederai kepercayaan publik terhadap lingkungan pendidikan. Apabila dugaan tersebut terbukti berdasarkan proses hukum yang berlaku, maka perbuatan tersebut merupakan kejahatan serius yang tidak dapat ditoleransi.

 

Ketua PC IPNU Kota Tanjungbalai, Rian Saputra, menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus menangani perkara ini secara profesional dan transparan.

 

> “Kami mendesak Kapolres Tanjungbalai beserta jajaran untuk mengusut tuntas perkara ini secara cepat, profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun. Hukum harus ditegakkan demi memberikan rasa keadilan kepada korban, keluarga, dan masyarakat,” tegasnya.

 

Selain itu, IPNU-IPPNU Kota Tanjungbalai juga mendesak Pemerintah Kota Tanjungbalai beserta Dinas Pendidikan agar menunjukkan keberpihakan kepada korban melalui langkah-langkah konkret.

 

> “Hari Anak Nasional tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan. Pemerintah harus hadir ketika anak diduga menjadi korban kekerasan seksual dengan memastikan adanya perlindungan, pendampingan psikologis, serta pemulihan yang layak bagi korban,” lanjutnya.

 

IPNU-IPPNU Kota Tanjungbalai juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan mekanisme perlindungan anak di lingkungan sekolah guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

 

Di sisi lain, organisasi pelajar Nahdlatul Ulama tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal proses hukum secara objektif dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

 

Bagi IPNU-IPPNU Kota Tanjungbalai, Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memberikan perlindungan terhadap anak. Keselamatan dan masa depan anak harus menjadi prioritas utama melalui penegakan hukum yang tegas, perlindungan yang menyeluruh, serta keberanian seluruh pihak dalam mencegah dan melawan segala bentuk kekerasan seksual terhadap anak.(ihb)

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130