Jakarta Utara |Nusantara Jaya News — Ketua Umum DPP Laskar Gibran, Leonardo Pandapotan Sirait, mengunjungi RW 08, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, untuk melihat langsung pengembangan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat.(11/7)
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Ari dan Pargino dari Kelompok Pemerhati Lingkungan Hidup, dengan melibatkan LMK Semper Barat, pengurus RT dan RW, DPP Laskar Gibran Bidang Lingkungan Hidup, serta masyarakat setempat.
Dalam kunjungannya, Leonardo mengapresiasi inovasi masyarakat yang mengolah Sampah Organik Dapur atau SOD menjadi bahan pakan ternak. Inisiatif ini dinilai mampu mengurangi timbulan sampah rumah tangga sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Apa yang dilakukan masyarakat Semper Barat merupakan contoh nyata bahwa persoalan sampah dapat diselesaikan melalui kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Gerakan ini bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru,” ujar Leonardo.
Berdasarkan keterangan pengelola, kegiatan pengolahan sampah organik tersebut saat ini mampu menghasilkan sekitar 300 kilogram bahan pakan ternak per hari.
Wakil Ketua Bidang OKK dan Pengembangan SDM DPP Laskar Gibran, Juliasto Triatmodjo, menyampaikan bahwa kapasitas produksi tersebut diharapkan terus meningkat seiring dengan bertambahnya partisipasi masyarakat dan penguatan teknologi pengolahan.
“Ke depan, program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membangun sistem pengelolaan yang lebih tertata, berkelanjutan, dan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” ujar Juliasto.
Untuk memperluas dampak program, komunitas pengelola akan berkolaborasi dengan Dauria Ekosistem Indonesia, yang dipimpin oleh R. Satrio Budoyo. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem pengelolaan sampah secara terintegrasi, mulai dari edukasi dan pemilahan dari sumber, pengumpulan, pengolahan, pencatatan data, hingga pengembangan pemanfaatan hasil olahan.
Ketua Bidang OKK dan Pengembangan SDM DPP Laskar Gibran, Ilham, mengatakan bahwa kolaborasi lintas pihak diperlukan agar pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan pengangkutan dan pengolahan, tetapi berkembang menjadi sistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi bersama Dauria Ekosistem Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan, kami berharap dapat membangun model pengelolaan sampah yang lebih menyeluruh dan dapat direplikasi di wilayah lainnya,” ujar Ilham.
Sebanyak 17 RT di wilayah RW 08 Semper Barat juga telah menyatakan komitmen untuk mewujudkan kawasan tersebut sebagai **Kampung Bebas Sampah**.
Komitmen tersebut akan dijalankan melalui pembiasaan pemilahan sampah dari rumah, pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai guna dan ekonomi, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Leonardo menegaskan bahwa model pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti yang dikembangkan di Semper Barat layak untuk diperluas ke berbagai daerah. Model tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi sirkular, ketahanan pangan, kebersihan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Laskar Gibran siap menjadi jembatan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, komunitas, dan dunia usaha agar inovasi seperti ini dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas. Sampah tidak lagi harus dipandang sebagai beban, tetapi sebagai sumber manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutup Leonardo.(Jhd)
















