banner 1000x130

KEYAKINAN KONSUMEN BALI TETAP TERJAGA

banner 2500x130 banner 1000x130

Bali |Nusantara Jaya News – Pada Mei 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,9 (nilai
indeks > 100). Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (124,09), IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 120,9. Optimisme konsumen pada Mei 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp6-7 juta sebesar 21% (mtm), Rp5-6 juta sebesar 11% (mtm), Rp2-3 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp3-4 juta sebesar 8% (mtm).

Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor informal (124,7) dan sektor formal (119,3),
sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.
Perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi
Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 120,7 pada April 2026 menjadi 117,5 pada Mei 2026 atau menurun sebesar
2,7% (mtm). Penurunan IKE bersumber dari seluruh komponen utama, yaitu konsumsi barang tahan lama
saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (105,0), ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan
yang lalu (125,0), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (122,5). Sementara, komponen
kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0.
Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 126,3 atau turun 0,9%
(mtm) dibandingkan IEK April 2026. Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan
(125,5) dan kegiatan usaha (127,5). Sementara itu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6
bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,8% (mtm) atau menjadi 126,0.
Penurunan IKK pada periode awal hingga pertengahan Mei 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor
eksternal dan domestik, antara lain meningkatnya kekhawatiran kenaikan harga pangan global dan
perlambatan kunjungan wisatawan, akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, inflasi
Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,42% (mtm) dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok
makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah yang
memengaruhi persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Sebagai respons, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat
Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui operasi
pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Selain itu, Bank Indonesia
juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku
bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya
stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (red)

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130