banner 1000x130

Jukir Blokade Jalan Walikota Mustajab Depan Balai Kota Surabaya, Minta Bertemu Langsung Wali Kota Eri Cahyadi

banner 2500x130 banner 1000x130

SURABAYA – Sejumlah massa yang tergabung dalam Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) memblokade ruas Jalan Walikota Mustajab, tepat di depan Balai Kota Surabaya, Senin (31/8/2026) siang.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan agar mereka dapat bertemu secara langsung dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Hingga sekitar pukul 13.00 WIB, massa jukir masih bertahan dan menutup ruas jalan raya di depan Balai Kota.

banner 1000x130

Situasi tersebut membuat aktivitas lalu lintas di sekitar kawasan Balai Kota Surabaya turut terdampak. Massa memilih bertahan karena merasa aspirasi yang selama ini mereka sampaikan belum mendapatkan respons langsung dari Wali Kota Surabaya.

Sebelumnya, sekitar pukul 12.00 WIB, perwakilan Paguyuban Jukir Surabaya telah ditemui Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Surabaya.

Namun, pertemuan tersebut belum membuat massa membubarkan diri. Mereka tetap meminta agar dapat menyampaikan tuntutan dan aspirasi secara langsung kepada Wali Kota Eri Cahyadi.

Ketua Paguyuban Jukir Surabaya, Izul Fiqri, mengatakan pihaknya sebenarnya sudah beberapa kali mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Wali Kota Surabaya. Namun, menurut dia, surat tersebut belum mendapatkan respons secara langsung dari Eri Cahyadi.

“Karena kami sebenarnya ingin ketemu Pak Eri secara langsung. Karena kami berkirim surat audiensi itu sudah berkali-kali. Tidak pernah direspons sama Pak Wali. Ya, jadi surat audiensi kami diabaikan begitu saja,” ujar Izul, Senin (31/8/2026).

Menurut Izul, keinginan untuk bertemu langsung dengan Wali Kota bukan tanpa alasan. Pihak PJS menilai sejumlah aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan melalui Dinas Perhubungan belum mendapatkan jawaban yang sesuai dengan harapan para jukir.

Ia menyebut, setiap kali pihaknya menyampaikan persoalan maupun usulan kepada Kepala Dinas Perhubungan, jawaban yang diterima umumnya adalah bahwa aspirasi tersebut akan diteruskan kepada pimpinan.

“Ketika kami sampaikan, Kepala Dinas Perhubungan menyampaikan, iya, kami sampaikan dengan pimpinan,” tegasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Izul, membuat para jukir merasa perlu menyampaikan langsung persoalan mereka kepada Wali Kota Surabaya. Mereka ingin mendapatkan penjelasan sekaligus kepastian mengenai berbagai hal yang menjadi perhatian para juru parkir.

Bagi PJS, pertemuan langsung dengan Wali Kota dianggap penting agar tidak terjadi perbedaan pemahaman antara aspirasi yang disampaikan jukir dengan kebijakan yang nantinya diambil oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan pihak Pemerintah Kota Surabaya sebenarnya telah berupaya membuka ruang dialog dengan massa jukir.

Trio menyebut, perwakilan PJS telah diterima dan ditawarkan untuk menyampaikan seluruh aspirasi mereka kepada perwakilan Pemerintah Kota Surabaya.

Menurutnya, aspirasi tersebut nantinya akan diteruskan kepada pimpinan Pemkot Surabaya, termasuk kepada Wali Kota Eri Cahyadi.

“Bahkan Pak Asisten 1 (Achmad Zaini) juga menjamin 100 persen yang disampaikan nanti akan masuk atau akan pasti akan sampai kepada Bapak Wali Kota Surabaya. Tapi kita ketahui bersama, teman-teman Paguyuban Jukir Surabaya tidak berkenan,” ungkap Trio.

Dengan demikian, terdapat perbedaan sikap antara Pemkot Surabaya dan massa PJS. Pemerintah Kota menilai aspirasi dapat disampaikan melalui jalur perwakilan dan dipastikan diteruskan kepada Wali Kota.

Sementara pihak jukir menginginkan audiensi dilakukan secara langsung dengan Eri Cahyadi.
Massa Masih Bertahan di Depan Balai Kota
Hingga pukul 13.00 WIB, massa jukir masih bertahan di Jalan Walikota Mustajab. Mereka belum bersedia membuka kembali ruas jalan sebelum ada kepastian mengenai keinginan mereka untuk bertemu dengan Wali Kota Surabaya.

Aksi tersebut menjadi perhatian pengguna jalan maupun masyarakat yang berada di sekitar Balai Kota Surabaya. Aparat terkait juga perlu melakukan pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat adanya penutupan ruas jalan.

Di sisi lain, tuntutan PJS memperlihatkan adanya keinginan dari para juru parkir untuk mendapatkan ruang komunikasi langsung dengan pemerintah kota. Mereka berharap persoalan yang mereka hadapi dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan solusi yang dapat diterima kedua belah pihak.

Pemerintah Kota Surabaya sendiri telah menyatakan kesediaannya menerima aspirasi para jukir melalui perwakilan. Namun, keputusan massa PJS untuk tetap bertahan menunjukkan bahwa mereka masih menganggap pertemuan langsung dengan Wali Kota Eri Cahyadi sebagai hal yang belum bisa digantikan oleh pertemuan dengan pejabat maupun OPD lainnya.

Situasi ini masih menjadi perhatian di sekitar Balai Kota Surabaya. Dialog antara kedua pihak diharapkan dapat segera dilakukan sehingga aspirasi para jukir dapat tersampaikan, sekaligus aktivitas lalu lintas di Jalan Walikota Mustajab kembali berjalan normal.(Red)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130