JAKARTA — Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) kembali menggelar pengajian rutin. Pengajian ke-XII tersebut dilaksanakan di Kantor HLM, Jalan Pucung, Jakarta Timur, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan keagamaan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP HIMMAH, Abdul Razak Nasution, itu berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran pengurus PP HIMMAH.
Seperti pengajian-pengajian sebelumnya, kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara bergantian yang kemudian disimak oleh jamaah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Kuliah Delapan Menit (Kuldemit) yang disampaikan Sekretaris Jenderal Sukri Soleh Sitorus dengan tema “Balasan Pahala bagi Orang Beriman.”
Dalam ceramahnya, Sukri Soleh mengajak seluruh jamaah, khususnya jajaran pengurus HIMMAH, untuk senantiasa istiqomah dalam berbuat kebaikan serta menjadikan keimanan sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.
“Dalam kehidupan di dunia, setiap langkah, setiap ucapan, dan setiap niat semuanya dicatat dengan teliti. Tidak ada satu pun kebaikan yang luput dari perhitungan, dan tidak ada satu pun keburukan yang dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” ujar Sukri
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 97:
“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
Sukri menjelaskan, ayat tersebut menegaskan bahwa keimanan dan amal saleh merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Iman, kata dia, bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi merupakan keyakinan yang tertanam dalam hati dan tercermin melalui perilaku serta amal perbuatan.
“Orang beriman tidak gelisah hanya karena mengejar harta, tidak hancur ketika ujian datang, dan tidak sombong ketika rezeki melimpah. Ia memahami bahwa segala sesuatu terjadi atas ketetapan Allah SWT. Inilah kekayaan yang tidak dapat dibeli dan tidak dimiliki oleh orang yang jauh dari keimanan,” jelasnya.
Sukri juga mengingatkan bahwa amal kebaikan tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar. Hal-hal sederhana yang dilakukan dengan keikhlasan juga memiliki nilai di sisi Allah SWT.
“Senyuman kepada sesama, menyingkirkan duri dari jalan, mendoakan orang lain, semuanya bernilai pahala. Allah tidak hanya melihat besarnya amalan, tetapi juga keikhlasan yang ada di dalam hati,” katanya.
Mengakhiri ceramahnya, Sukri mengajak seluruh pengurus PP HIMMAH untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Ia mengingatkan agar kader HIMMAH senantiasa berpegang teguh pada kebenaran dan tidak mudah tergoda oleh kepentingan sesaat.
“Marilah kita bertanya kepada diri sendiri, apakah kita termasuk orang yang mempercayai kebenaran dan berusaha mengamalkannya? Atau masih ada keraguan dalam diri kita, bahkan menutup-nutupi kebenaran demi kepentingan yang sifatnya sementara?” ajaknya.
Menurutnya, kader organisasi kemahasiswaan Islam tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual dan kepemimpinan, tetapi juga harus memiliki keteguhan iman, akhlak, serta keberanian untuk membela kebenaran.
“Semoga Allah SWT meneguhkan hati kita dalam kebenaran, menjadikan kita hamba-hamba yang dirahmati, istiqomah dalam kebaikan, serta melindungi kita dari segala keburukan dan siksa-Nya,” pungkas Sukri.
Pengajian rutin PP HIMMAH tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PP HIMMAH dalam menjaga tradisi keislaman sekaligus memperkuat pembinaan spiritual dan karakter para kader serta pengurus organisasi. (AH)













