banner 1000x130

Road to Beautiverse 2026 di The Meru Sanur Jadi Momentum Peluncuran Aplikasi Penghubung Ekosistem Beauty dan Wellness

banner 2500x130 banner 1000x130

Denpasar |Nusantarajayanews.id – Perjalanan menuju puncak acara Beautiverse 2026 kembali berlanjut. Setelah Road to Beautiverse pertama pada 9 Mei 2026, kini rangkaian kedua digelar di The Meru Sanur, Bali, dengan agenda utama peluncuran aplikasi Beautiverse.

Peluncuran aplikasi ini menjadi kelanjutan dari berbagai insight yang muncul sejak Road to Beautiverse pertama. Saat itu, Beautiverse mempertemukan berbagai pihak dari dunia beauty, wellness, dan sustainability untuk melihat bagaimana ketiga industri tersebut terus berkembang dan saling beririsan.

banner 1000x130

Dari percakapan tersebut terlihat bahwa beauty, wellness, dan sustainability tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Brand tidak hanya berbicara tentang produk, tetapi juga tentang pengalaman. Konsumen pun semakin memperhatikan aspek wellness, keberlanjutan, serta nilai yang dibawa oleh sebuah brand.

Hal inilah yang melatarbelakangi kehadiran aplikasi Beautiverse. Melalui aplikasi tersebut, Beautiverse ingin menjaga agar koneksi yang sudah terbentuk bisa terus berjalan, tidak hanya saat ada event, tetapi juga melalui platform yang mempertemukan brand, professionals, creators, communities, dan consumers dalam ekosistem Beauty, Wellness, dan Sustainability.

“Dari pertemuan pertama, kami mendapatkan banyak insight dari berbagai pihak. Kami melihat ada kebutuhan untuk membuat koneksi ini terus berjalan, tidak hanya ketika kita bertemu secara langsung. Aplikasi ini menjadi salah satu cara untuk membawa percakapan tersebut ke ruang yang lebih luas,” ujar Founder & Project Director Beautiverse, Dr. Paulus Herry Arianto, M.A.

Paulus menjelaskan, kegiatan di Sanur ini merupakan bagian dari road tour kedua sebelum main event yang akan digelar pada 18 hingga 20 Desember 2026. Total akan ada tiga kali road tour sebelum puncak acara.

Pada road tour kedua ini, sejumlah aktivitas digelar dengan fokus pada pilar wellness, di antaranya sound bath healing dan yoga bersama Julia Batsun. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi inspirasi menuju main event.

Untuk target pengunjung, panitia menargetkan 10.000 orang pada Desember mendatang. Saat ini community manager terus bekerja untuk melibatkan berbagai komunitas, tidak hanya dari Bali tetapi juga dari Jakarta, mengingat Bali sebagai destinasi pariwisata.

Beautiverse sendiri memiliki tiga pilar utama, yakni beauty, wellness, dan sustainability. Misi utamanya adalah menjadi platform bagi pelaku small and medium enterprises untuk melakukan launching produk maupun layanan.

Terkait kepesertaan, hingga menjelang Oktober ini sudah ada sekitar 50 brand nasional yang terkonfirmasi dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah, terutama dari brand lokal. Seluruh brand yang terlibat telah melalui proses kurasi, termasuk kelengkapan izin seperti BPOM. Dari sisi kapasitas, venue The Meru Sanur mampu menampung hingga 150 booth.

Paulus menilai potensi pasar Bali cukup besar. Basket size atau nilai belanja per konsumen di Bali disebut bisa dua kali lebih besar dibanding kota-kota sekunder di luar ibu kota.

Ke depan, Beautiverse direncanakan tidak hanya digelar di Bali dan Jakarta, tetapi juga akan dibawa ke luar negeri. Salah satu misinya adalah membawa 30 persen peserta dari UMKM Indonesia. Untuk ekspansi internasional, Beautiverse membidik emerging market di bidang kecantikan, seperti Manila dan Vietnam pada 2029, serta menjajaki kemungkinan di Bangkok.

Sementara itu, dari sisi medis, Dermatologist, Lifestyle Enthusiast & Founder Shyne Clinic, dr. Tary Mantra, Sp.DVE, menilai platform Beautiverse menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan seluruh ekosistem kecantikan.

“Untuk platform Beautiverse ini menurut saya sangat baik sekali, karena di era sekarang ini, medis tidak hanya bisa berdiri sendiri, tapi harus dibarengi juga dengan wellness. Jadi di Beautiverse ini menyediakan ruang yang sangat baik sekali untuk pertemuan dari semua ekosistem, dari dokter-dokter, kemudian dari KOL, kemudian influencer, dan juga brand,” ujar dr. T

(Tik)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130