banner 1000x130

Bidik Pasar Bali, PHRI Bersama Disbudporapar Surabaya Siapkan Event Table Top November 2026 

Disbudporapar Surabaya kembali menggandeng PHRI Korwil Surabaya untuk membuka pasar wisata baru. Setelah Bandung dan Balikpapan, Bali menjadi sasaran berikutnya. 

banner 2500x130 banner 1000x130

SURABAYA — Kalangan perhotelan Surabaya mulai berancang-ancang membidik pasar Bali sebagai market sumber kunjungan baru. Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Pemerintah Kota Surabaya bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Korwil Surabaya menyiapkan agenda Table Top Buyers Meet Sellers Bali 2026 yang akan dilaksanakan pada minggu pertama atau kedua November mendatang.

Agenda ini menjadi event ketiga sepanjang 2026 yang difasilitasi Disbudporapar Pemkot Surabaya bersama PHRI Korwil Surabaya untuk para anggotanya. Sebelumnya, kolaborasi serupa telah digelar di Bandung dan Balikpapan dengan eempertemukan pelaku industri pariwisata Surabaya dengan pasar potensial di kedua daerah tersebut.

banner 1000x130

Rencana Table Top Bali 2026 dibahas dalam rapat bersama seluruh pengurus harian PHRI Korwil Surabaya di Elmi Hotel, Surabaya, Kamis (1/10/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyusun strategi, membagi tugas, dan menentukan person in charge (PIC) yang akan terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Bali Dinilai Punya Pasar yang Besar 

Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Pemkot Surabaya, Farah Andita Rhamdani, mengatakan pemilihan Bali bukan tanpa alasan. Selain menjadi salah satu destinasi utama pariwisata Indonesia, Bali juga memiliki pasar wisatawan local sekaligus menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara.

Menurut Farah, Surabaya perlu lebih aktif mendatangi pasar potensial, bukan hanya menunggu wisatawan datang.

“Setelah sukses memfasilitasi anggota PHRI Korwil Surabaya dalam dua event terdahulu, yaitu di Bandung dan Balikpapan, kali ini kami kembali mengajak PHRI Korwil Surabaya untuk menggali potensi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara dari Bali untuk berkunjung ke Surabaya,” ujar Farah.

Ia menilai potensi wisata Surabaya sangat menarik untuk ditawarkan kepada pasar Bali. Terlebih, Surabaya kini terus memperkuat wajah pariwisatanya melalui pengembangan berbagai destinasi, ruang publik, agenda ekonomi kreatif, hingga event yang dapat menjadi magnet kunjungan.

Salah satu momentum yang diharapkan ikut memperkuat daya tarik tersebut adalah Surabaya Super Sale yang akan digelar pada penghujung tahun 2026.

Kombinasi wisata, belanja, kuliner, bisnis, hingga agenda MICE menjadi modal yang dapat ditawarkan pelaku industri pariwisata dan perhotelan Surabaya kepada pasar Bali.

Bukan Sekadar Wisata, Business dan Leisure Bisa Dikawinkan 

General Manager Exotel Surabaya, Odek Damani, melihat posisi Surabaya sebagai pusat bisnis dan perdagangan menjadi keunggulan yang dapat dikapitalisasi untuk menarik pasar Bali.

“Sebagai business hub, Surabaya menyimpan potensi luar biasa. Ini yang harus kita tawarkan dan komunikasikan kepada pasar,” kata Odek.

Menurutnya, karakter Surabaya sebagai kota bisnis memungkinkan kunjungan tidak berhenti pada agenda pekerjaan. Peluang tersebut dapat diperluas menjadi perjalanan wisata dengan melibatkan hotel, destinasi, pusat kuliner, pusat perbelanjaan, maupun berbagai atraksi kota.

Sementara itu, General Manager Leedon Hotel & Suites Surabaya, Tatok Hariyanto, melihat peluang lain melalui skema business and leisure.

“Surabaya punya potensi untuk menggabungkan business dan leisure sebagai skema kunjungan. Orang datang untuk urusan bisnis, tetapi pengalaman wisatanya juga bisa kita bangun,” ujar Tatok.

Ia menambahkan, komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam mempercantik dan mengembangkan berbagai spot wisata menjadi modal penting untuk memperkuat positioning kota yang terus bersolek ini.

Pasar Sekolah dan Universitas Ikut Dibidik 

Pasar potensial dari Bali juga tidak hanya berasal dari kalangan pebisnis. Segmen perjalanan dinas, sekolah, hingga universitas dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Rombongan sekolah dan perguruan tinggi dari Bali, misalnya, dapat diarahkan untuk mengembangkan paket perjalanan edukasi sekaligus wisata heritage. Sementara pasar perjalanan dinas dan kegiatan organisasi dapat dikombinasikan dengan agenda meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) serta rekreasi di sela sela agenda resmi pertemuan instansi.

Peluang tersebut menjadi ruang bagi hotel dan pelaku usaha pariwisata Surabaya untuk menciptakan produk yang lebih spesifik sesuai kebutuhan pasar.

Melalui Table Top Bali, para pelaku usaha diharapkan tidak sekadar mempromosikan kamar hotel atau destinasi, tetapi menawarkan pengalaman perjalanan Surabaya secara utuh.

PHRI Siapkan Tim Khusus 

Rapat koordinasi di Elmi Hotel itu juga menghasilkan langkah teknis berupa penunjukan masing-masing PIC yang akan menangani berbagai kebutuhan menuju pelaksanaan Table Top Bali 2026.

Pembagian peran tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan event tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan pertemuan bisnis yang produktif dan membuka peluang kerja sama konkret antara buyer di Bali dengan pelaku usaha pariwisata Surabaya.

Ketua Harian PHRI Korwil Surabaya, Puguh S. Sutrisno, mengapresiasi komitmen Disbudporapar Pemkot Surabaya yang terus membuka ruang promosi bagi industri pariwisata dan perhotelan.

“Kami mengapresiasi langkah dan komitmen Disbudporapar Pemkot Surabaya dalam memajukan kepariwisataan Kota Surabaya. PHRI Korwil Surabaya akan selalu berkomitmen mendukung program Disbudporapar untuk menjadikan Surabaya sebagai daerah tujuan wisata dengan berbagai daya tarik yang terus dikembangkan,” tegas Puguh.

Setelah Bandung dan Balikpapan, Bali kini menjadi pintu berikutnya yang akan diketuk oleh para pelaku pariwisata dan perhotelan Surabaya.

Melalui pertemuan langsung antara buyer dan seller, Surabaya ingin memperluas jejaring sekaligus menunjukkan bahwa kota ini memiliki lebih dari sekadar wajah sebagai pusat bisnis.

Surabaya sedang menawarkan satu paket pengalaman: datang untuk bisnis, tinggal untuk menikmati kota, dan kembali dengan pengalaman wisata yang berbeda. (Red)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130