Blitar |Nusantara Jaya News – Upaya peredaran uang palsu di Kota Blitar berhasil digagalkan aparat Satreskrim Polres Blitar Kota.
Seorang pria berinisial SJ (57), warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, ditangkap saat diduga hendak mengedarkan uang palsu di wilayah Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo.
Penangkapan ini menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mengembangkan kasus secara lebih luas. Pasalnya, dari tangan tersangka ditemukan puluhan lembar uang palsu pecahan Rp100.000 yang diduga berasal dari luar daerah.
Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo, menyebut tersangka tidak hanya menyimpan, tetapi juga aktif berupaya mengedarkan uang palsu tersebut di masyarakat.
“Kami amankan tersangka saat akan mengedarkan. Saat ini kasus masih terus kami kembangkan, termasuk menelusuri asal uang palsu,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyita 36 lembar uang palsu. Kejanggalan terlihat jelas pada nomor seri, mulai dari angka yang identik di sejumlah lembar, posisi terbalik, hingga nomor yang tidak terbaca.
Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa uang palsu itu diproduksi dalam jumlah banyak dan terdistribusi melalui jaringan tertentu. Polisi kini fokus menelusuri rantai distribusi hingga ke pemasok.
“Tersangka mengaku mendapatkan dari wilayah Jawa Tengah dengan sistem penukaran 1 banding 3. Ini yang sedang kami dalami lebih lanjut,” katanya.
Tak berhenti di situ, pengembangan kasus juga mengarah pada kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam peredaran uang palsu di wilayah Blitar dan sekitarnya yang sempat viral beberapa waktu lalu.
“Kami tidak menutup kemungkinan ada jaringan, ini yang sedang kami kembangkan. Termasuk apakah ada yang membantu tersangka dalam mengedarkan uang palsu. Karena pengakuannya itu sendiri,” ungkapnya.
Selain barang bukti uang palsu, polisi juga menemukan narkotika jenis sabu seberat 1,5 gram beserta alat isap. Penemuan ini membuka penyelidikan tambahan yang kini ditangani bersama Satuan Reserse Narkoba.
“Untuk temuan sabu, masih kami koordinasikan dengan Satnarkoba. Apakah ada kaitannya atau tidak, masih dalam pendalaman,” pungkasnya.
(Her)

















