Dompu.NTB|Nusantara Jaya News.id. Proyek inpres Ketahanan pangan berupa sumur bor dalam yang berlokasi di Desa Mumbu Kecamatan Woja sampai saat ini belum di serah terimakan kepada kelompok tani penerima manfaat. Pada hal pengerjaan proyek sumur bor dalam tersebut sudah selesai beberapa bulan yang lalu, Jum,at (1/5/26).
Proyek inpres ketahanan pangan yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah itu mulai di kerjakan sekitar akhir bulan oktober 2025, oleh rekanan atau kontraktor yang di atur dan di tunjuk oleh BWS propinsi NTB. Anehnya proyek tersebut tiba-tiba ada di Desa Mumbu Kecamatan Woja Kabupaten Dompu tanpa ada sosialisasi ke masyarakat petani.
Menurut Syahrul petani setempat, semula saya tidak tau proyek ini namun setelah proyek ini selesai baru kami tau bahwa proyek ini namanya proyek sumur bor dalam. Sementara anggaran dan pihak rekanan yang mengerjakan proyek itu kami juga tidak tau sampai proyek ini selesai.
Proyek ini sejatinya untuk membantu pengairan sawah petani yang kekurangan air pada musim kemarau, ketika tahun kemarin hanya bisa di tanami satu kali padi namun setelah ada sumur bor dalam ini sudah beroperasi normal, nantinya petani dapat menanam padi dua kali setahun, papar sahrul.
Namun sampai saat ini proyek inpres bor dalam ketahanan pangan, sebagaimana program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto di so tonda Desa Tonda Kecamatan Woja Kabupaten Dompu belum di serah terimakan dari BWS kepada kelompok masyarakat penerima manfaat. Dengan belum di serah terimakan proyek tersebut patut di duga proyek sumur bor dalam yang berlokasi di Desa Mumbu bermasalah, ujar Syahrul petani setempat.
Terkait hal ini kami minta kepada instansi terkait untuk memeriksa pihak PPK BWS Bima Dompu dan Kontraktor untuk mempertanggung jawabkan pengerjaan proyek tersebut, sehingga proyek bor sumur dalam di so tonda segera di serah terimakan dan di operasikan dalam waktu dekat ini, pungkasnya.
Rdw/Ddo.














