MEDAN |Nusantara Jaya News – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Pujakesuma Sumatera menggelar pertemuan khidmat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Pertemuan yang berlangsung di Sekretariat DPP Pemuda Pujakesuma Sumatera ini menjadi momentum refleksi bagi peran pemuda dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di tanah air.(2/5)
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP Pemuda Pujakesuma Sumatera, Raden Bambang Hendra Atmaja, menyampaikan pesan penting mengenai relevansi ajaran Ki Hadjar Dewantara di era digitalisasi yang kian masif.
Pendidikan sebagai Pondasi Identitas Bangsa
Raden Bambang Hendra Atmaja menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar angka di atas kertas atau penguasaan teknologi semata, melainkan alat untuk memanusiakan manusia dan menjaga akar budaya.
“Di tengah gempuran teknologi dan kecerdasan buatan tahun 2026 ini, kita tidak boleh lupa pada filosofi Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Pemuda Pujakesuma harus menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa pendidikan di Sumatera, khususnya bagi generasi muda, tetap berpijak pada karakter dan kearifan lokal,” ujar Raden Bambang Hendra Atmaja.
Komitmen Pemuda Pujakesuma
Sebagai pimpinan organisasi kepemudaan yang besar di Sumatera, beliau juga menyoroti tiga poin utama yang menjadi fokus DPP Pemuda Pujakesuma ke depan:
Pemerataan Akses Digital: Mendorong pemerintah agar fasilitas pendidikan digital dapat dinikmati hingga pelosok desa di seluruh Sumatera.
Literasi Budaya: Menyelipkan nilai-nilai luhur budaya Jawa dalam proses pembelajaran non-formal untuk menjaga etika dan tata krama generasi muda.
Kolaborasi Sektor Industri: Membangun kemitraan antara lembaga pendidikan dengan sektor swasta agar lulusan muda memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Ajakan Kolaborasi
Pertemuan di Sekretariat tersebut ditutup dengan seruan kepada seluruh anggota dan pengurus Pemuda Pujakesuma di tingkat daerah untuk aktif terlibat dalam kegiatan sosial yang mencerdaskan masyarakat, seperti taman bacaan dan pelatihan skill gratis.
“Hari Pendidikan Nasional ini adalah pengingat bahwa tugas mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya beban pemerintah, tapi tugas kita semua sebagai pemuda. Mari kita jadikan momentum 2 Mei 2026 ini sebagai tonggak kebangkitan intelektual yang berbudaya,” pungkas Raden Bambang.
( Yudianto.SH)














