banner 1000x130

KSSK Sebut Ekonomi RI Tumbuh 5,61% TW I 2026, Pasar Modal dan Perbankan Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global

banner 2500x130 banner 1000x130

Jakarta – Nusantarajayanews.id | Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia tetap terjaga pada triwulan I 2026, meski konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga energi dan volatilitas pasar global. Ekonomi RI justru tumbuh kuat 5,61% yoy, lebih tinggi dari triwulan IV 2025 sebesar 5,39%.

Hasil rapat berkala KSSK II 2026 pada Senin, 27 April 2026 itu menegaskan sinergi Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua DK OJK, dan Ketua DK LPS untuk mencermati risiko global serta memperkuat mitigasi terkoordinasi.

banner 1000x130

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2026 menjadi 3,1% dari 3,4% pada 2025, dengan inflasi global naik ke 4,4%. Namun konsumsi rumah tangga dan investasi domestik tetap tinggi, didorong akselerasi belanja pemerintah untuk program Makan Bergizi Gratis, Desa Nelayan, Sekolah Rakyat, serta proyek hilirisasi Danantara. KSSK memproyeksikan ekonomi 2026 tumbuh 5,4% atau lebih.

APBN dioptimalkan sebagai shock absorber untuk melindungi daya beli dan mendorong pertumbuhan. Hingga triwulan I, Pendapatan Negara mencapai Rp574,9 triliun, tumbuh 10,5% yoy, sementara Belanja Negara Rp815,0 triliun, naik 31,4% yoy. Defisit tetap dijaga di bawah 3% PDB. Belanja prioritas diarahkan untuk penguatan daya beli lewat PKH, kartu sembako, PBI JKN; pelayanan publik lewat MBG dan Sekolah Rakyat; stabilisasi harga lewat subsidi energi, KUR, pupuk; serta infrastruktur produktif.

BI mempertahankan BI-Rate di 4,75% pada Februari-April 2026 untuk menjaga stabilitas Rupiah dari dampak konflik global. Inflasi April 2026 terkendali di 2,42% yoy, dalam sasaran 2,5±1%. BI menempuh tujuh langkah penguatan, termasuk intervensi spot, DNDF, dan NDF luar negeri, memperkuat suku bunga SRBI, serta pembelian SBN di pasar sekunder yang hingga 4 Mei mencapai Rp123,1 triliun. Threshold transaksi valas juga disesuaikan untuk meredam spekulasi.

Untuk dorong pertumbuhan, BI mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial. Hingga awal April, insentif KLM mencapai Rp427,9 triliun ke sektor prioritas seperti pertanian, industri, hilirisasi, UMKM, dan perumahan. LTV properti tetap 100% dan uang muka kendaraan 0% hingga akhir 2026.

Pasar modal bergerak dinamis akibat ketidakpastian global. IHSG ditutup 7.048,22 pada 31 Maret 2026, terkoreksi 18,49% qtq namun masih tumbuh 8,26% yoy. Memasuki Mei, IHSG menguat ke 7.057,11 pada 5 Mei, naik 1,44% mtd.

Penghimpunan dana korporasi tetap kuat. Hingga 5 Mei, nilai _fundraising_ mencapai Rp59,35 triliun ytd, didominasi EBUS Rp58,90 triliun. Jumlah investor pasar modal naik menjadi 24,74 juta SID, tumbuh 21,51% ytd.

Intermediasi perbankan tetap kontributif. Kredit Maret 2026 tumbuh 9,49% yoy menjadi Rp8.659 triliun, didorong kredit investasi 20,85% yoy. Kualitas terjaga dengan NPL gross 2,1% dan NPL net 0,8%. DPK tumbuh 13,55% yoy menjadi Rp10.230 triliun. Ketahanan kuat tercermin dari CAR 25,09% dan likuiditas memadai dengan LDR 84,64%.

Di sektor PPDP, aset asuransi Maret 2026 mencapai Rp1.195,75 triliun, tumbuh 4,38% yoy dengan RBC jauh di atas 120%. Aset dana pensiun Rp1.684,89 triliun, naik 10,49% yoy. Di PVML, piutang pembiayaan Rp514,09 triliun, tumbuh 0,61% yoy, dengan NPF gross 2,83%. Outstanding Pindar Rp101,03 triliun, tumbuh 26,25% yoy dengan TWP90 4,52%.

OJK menetapkan 8 aksi reformasi pasar modal untuk meningkatkan likuiditas dan transparansi, termasuk data kepemilikan saham di atas 1% dan batas _free float_ 15%. Untuk dukung 3 juta rumah dan UMKM, SLIK dibatasi hanya untuk kredit di atas Rp1 juta dan status pelunasan dipercepat H+3.

Aset kripto terus tumbuh. Hingga Maret, 1.464 aset kripto dapat diperdagangkan dengan 31 entitas berizin. Konsumen mencapai 21,37 juta dan transaksi Maret Rp22,24 triliun.

LPS menjaga cakupan penjaminan simpanan di atas 90% rekening. LPS bersama KSSK mendorong penurunan suku bunga simpanan agar sejalan dengan transmisi kebijakan. Pasca PP No. 11/2026, LPS siapkan aturan turunan untuk Program Restrukturisasi Perbankan dan akselerasi program penjaminan polis. LPS juga perluas Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan bersama OJK dan BPS, mengingat masih ada 15 juta penduduk usia produktif yang belum punya rekening bank.

Cadangan devisa Maret 2026 tercatat USD148,2 miliar, setara 6,0 bulan impor. Rupiah terjaga di Rp17.415 per dolar AS pada 5 Mei, setelah sempat Rp16.995 akhir Maret. Aliran modal asing kembali masuk USD3,3 miliar hingga 30 April.

KSSK berkomitmen terus memperkuat sinergi dan coordinated policy response untuk mitigasi risiko serta mendukung program Asta Cita demi pertumbuhan berkelanjutan. Rapat berkala KSSK berikutnya akan digelar Juli 2026.(red)

 

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130