banner 1000x130

Diduga Dikeroyok Oknum Perguruan Silat di Surabaya, Pemuda 19 Tahun Meninggal Dunia

banner 2500x130 banner 1000x130

Surabaya |Nusantara Jaya News – Duka mendalam menyelimuti keluarga Thomas Julianus Kristianto (19). Pemuda yang baru saja lulus SMA tersebut meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh oknum perguruan silat di kawasan Surabaya.

Kakek korban, Margono (88), menceritakan detik-detik terakhir sebelum sang cucu mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

banner 1000x130

Margono mengenang, peristiwa memilukan ini bermula saat Thomas berpamitan kepadanya pada malam hari. Saat itu, Thomas hanya mengatakan ingin keluar rumah sebentar bersama seorang temannya yang merupakan anak dari bidan setempat.

Namun, hingga larut malam, Thomas tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga justru dikejutkan dengan kedatangan teman Thomas yang mengabarkan bahwa korban berada di klinik dr. Danu.

“Pamitannya ke saya mau keluar sebentar. Keluar itu kok enggak pulang-pulang. Tahu-tahu temannya ke sini (mengabarkan) Thomas ada di dokter Danu,” ujar Margono saat ditemui di kediamannya.

Saat pihak keluarga menyusul, kondisi Thomas sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan luka parah di bagian kepala.

“Sudah enggak sadar, darahnya keluar dari kepalanya,” ungkap Margono dengan nada sedih.

Karena klinik tersebut merupakan rumah sakit bersalin, korban harus segera dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

Setelah sempat kesulitan mencari ambulans, Thomas akhirnya dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Naas, nyawa pemuda berusia 19 tahun itu tidak tertolong setelah menjalani operasi.

“Meninggal setelah dioperasi pagi tadi sekitar jam 05.00 WIB,” lanjut sang kakek.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, dugaan penganiayaan tersebut terjadi di kawasan belakang SMA Negeri 11 Surabaya, yang juga merupakan sekolah tempat Thomas menimba ilmu.

“Kejadian persis katanya di belakang SMA 11 situ loh, ada warung apa itu,” kata Margono.

Meski pihak keluarga mendengar kabar bahwa Thomas dipukuli, mereka masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Saat ini, jenazah Thomas tengah menjalani proses autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Pihak kepolisian pun dilaporkan sudah turun tangan dan melakukan penelusuran menyeluruh atas kasus ini.

Kepergian Thomas menyisakan luka yang sangat mendalam, terlebih remaja tersebut diketahui sudah menjadi anak yatim piatu sejak menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selama ini, Thomas tinggal dan diasuh oleh kakeknya.

Margono menceritakan bahwa cucunya adalah sosok pemuda yang tangguh dan baru saja menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.

Thomas bahkan sedang menunggu waktu pengambilan ijazahnya kelulusannya.

Di mata sang kakek, Thomas adalah anak yang memiliki rekam jejak akademik yang baik dan rajin beribadah ke gereja. Prestasinya pun tergolong baik dengan nilai yang terus meningkat.

* Pendidikan: Alumni SMPN 26 Surabaya dan baru lulus dari SMAN 11 Surabaya.
* Akademik: Nilai rapor standar yang baik, dengan rata-rata terakhir mencapai angka 84.
* Kepribadian: Dikenal rajin beribadah ke gereja dan merupakan sosok pemuda yang tangguh yang sempat mendapat beasiswa.

Kini, Margono yang sudah berusia senja hanya bisa pasrah dan berharap keadilan bagi cucu tercintanya dapat segera ditegakkan oleh pihak kepolisian.

(Dwi)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130