banner 1000x130

Penglipuran Village Festival XIII 2026 Resmi di Buka, Tegaskan Komitmen Harmoni dan Konservasi Budaya

banner 2500x130 banner 1000x130

Bangli – Nusantarajayanews. id | Kemeriahan mewarnai pembukaan Penglipuran Village Festival XIII 2026 di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Kamis 9 Juli 2026. Sebelum acara resmi dibuka, parade gebongan yang diiringi tabuh beleganjur terlebih dahulu digelar menuju lokasi acara di Tugu Pahlawan.

Setibanya di lokasi, acara dilanjutkan dengan Tari Penyambutan “Tari Gabor”. Pembukaan festival kemudian ditandai dengan pelepasan burung sebagai simbol, diiringi tabuh Gong Kebyar. Rangkaian pembukaan juga diisi dengan launching logo festival dan penayangan video sejarah Desa Penglipuran.

banner 1000x130 banner 1000x130

Festival yang mengusung tema “Harmoni Bumi Penglipuran Menuju Pariwisata Inklusif, Berkelanjutan dan Regeneratif” ini dihadiri Bupati Bangli, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Wilayah II Kemenpar Dwi Marhen Yono, Ketua BPD Bali, Ketua ASITA Bali, pengamat pariwisata dari kalangan akademisi, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Bangli.

Dalam sambutannya, Kelian Adat Desa Penglipuran, Wayan Budiarta, menceritakan perjalanan panjang Penglipuran dari sekadar objek wisata hingga meraih pengakuan dunia.

“Perjalanan panjang Desa Adat Penglipuran ini tidak muncul secara tiba-tiba. Sebelum dikenal sebagai desa wisata, masyarakat Penglipuran telah lama menjaga cara hidup berdasarkan filosofi Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan. Itu menjadi landasan kehidupan di desa adat,” ujar Budiarta.

Ia menjelaskan, pada tahun 1993 Pemerintah Kabupaten Bangli melalui SK Bupati Nomor 115 menetapkan Penglipuran sebagai objek wisata. Namun yang membedakan, daya tarik wisata Penglipuran bukan dibangun dari nol demi kepentingan pariwisata.

“Kami menyiapkan homestay, atraksi budaya, hingga pemandu wisata untuk memberikan informasi yang akurat kepada wisatawan. Komitmen inilah yang kemudian mengangkat nama Penglipuran di berbagai tingkat penghargaan,” jelasnya.

Sejumlah penghargaan telah diraih Penglipuran, antara lain Kalpataru tahun 1995, Kalpataru Lestari 2025 atas komitmen menjaga kelestarian hutan bambu, dinobatkan sebagai salah satu desa terbersih di dunia, serta penghargaan tertinggi tingkat internasional pada 2023 sebagai The Best Tourism Village dari UN Tourism.

“Di balik rumah bambu yang tertata rapi, hidup masyarakat dengan adat istiadat, ritual dan kebudayaan yang terus berjalan. Bukan dipertontonkan untuk pariwisata saja, tapi memang betul-betul hidup,” tegasnya.

Budiarta menyebut festival ini sebagai bentuk eksistensi dan kolaborasi desa dengan berbagai pihak. Salah satu rangkaian pembukaan adalah lomba yang merepresentasikan persekutuan agraris masyarakat adat Bali yang masih terjaga hingga kini.

“Melalui festival ini kami ingin mengajak seluruh yang hadir untuk melihat lebih dari sekadar keindahan Desa Wisata Penglipuran. Kami ingin mengajak semua untuk turut merasakan harmoni antara manusia, alam, dan Penglipuran yang telah kami jaga selama bertahun-tahun. Semoga festival ini menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di Bali dan Indonesia,” harapnya.

Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Wilayah II Kemenpar, Dwi Marhen Yono, yang sekaligus membuka festival, mengapresiasi Penglipuran sebagai contoh nyata pariwisata berbasis budaya dan nilai-nilai Tri Hita Karana.

“Di Jakarta kami melihat ini luar biasa. Bagaimana pariwisata di Bali dibangun dengan budaya. Hasil survei internasional dari 15,6 juta wisatawan asing yang datang ke Indonesia, alasan nomor satu mereka berwisata bukan lagi alam, tapi culture atau budaya. Nomor dua kuliner khas, nomor tiga event seperti di Penglipuran ini,” ungkap Dwi Marhen.

Ia menambahkan, dari 3.600 event yang dikurasi Kemenpar, Desa Penglipuran masuk 100 terbaik dan ditetapkan sebagai Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

“Festival Penglipuran ke-13 ini dianggap menjadi festival yang baik dan bisa ditiru daerah lain. Penglipuran tahun 2023 masuk The Best Tourism Village dari UN Tourism karena tetap menjaga alam dan lingkungan,” pungkasnya.

Penglipuran Village Festival XIII 2026 diharapkan dapat terus tumbuh sebagai model pariwisata inklusif, berkelanjutan, dan regeneratif yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.(tik)

 

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130