SURABAYA | NUSANTARA JAYA NEWS — Kebiasaan berpindah jalur secara tiba-tiba saat berkendara ternyata menjadi salah satu faktor utama yang memicu kecelakaan lalu lintas di Kota Surabaya. Pengendara diminta tidak menganggap sepele manuver pindah lajur, terutama ketika dilakukan tanpa memperhatikan kondisi kendaraan lain di sekitar.(25/8)
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya Iptu Sulton mengungkapkan, berdasarkan catatan Unit Satlantas Polrestabes Surabaya, terdapat 138 kecelakaan lalu lintas selama Agustus 2026. Dari seluruh kejadian tersebut, faktor pengemudi yang berpindah lajur menjadi penyebab kecelakaan yang paling banyak ditemukan.
“Bagi Anda yang kalau di jalan suka pindah jalur tiba-tiba, stop ya!” demikian imbauan kepolisian kepada para pengguna jalan agar lebih berhati-hati ketika melakukan perpindahan lajur.
Pindah Lajur Harus Perhatikan Kondisi Sekitar
Perpindahan lajur merupakan bagian dari aktivitas berkendara sehari-hari. Namun, manuver tersebut harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan lain.
Pengemudi seharusnya memastikan kondisi lajur yang akan dimasuki benar-benar aman. Penggunaan lampu sein sebagai tanda juga menjadi bagian penting agar kendaraan lain dapat mengantisipasi perubahan arah kendaraan.
Persoalan muncul ketika pengendara berpindah jalur secara mendadak tanpa memberikan tanda atau tidak memperhatikan kendaraan yang sedang melaju di lajur sebelah.
Kondisi tersebut dapat membuat pengendara lain tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan pengereman maupun menghindar. Akibatnya, tabrakan antar kendaraan pun tidak dapat dihindarkan.
Karena itu, kepolisian mengingatkan pengendara agar tidak hanya fokus pada kendaraan di depannya. Kondisi di samping dan belakang kendaraan juga harus diperhatikan sebelum melakukan perpindahan lajur.
138 Kecelakaan Terjadi Selama Agustus
Data Unit Satlantas Polrestabes Surabaya menunjukkan bahwa 138 kecelakaan lalu lintas tercatat sepanjang Agustus 2026.
Angka tersebut menjadi perhatian aparat kepolisian, terlebih kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerusakan kendaraan, luka-luka hingga korban meninggal dunia.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah karakteristik korban kecelakaan. Berdasarkan catatan kepolisian, korban kecelakaan di Surabaya rata-rata merupakan laki-laki dengan usia produktif.
Kelompok usia produktif memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Mereka banyak menggunakan kendaraan untuk bekerja, menjalankan aktivitas usaha, mengantar keluarga maupun melakukan berbagai kegiatan lainnya.
Tingginya mobilitas tersebut membuat kelompok usia produktif juga memiliki potensi lebih besar terlibat dalam aktivitas lalu lintas setiap hari.
Kepolisian mengingatkan pengendara agar tidak terburu-buru ketika ingin berpindah lajur. Pengemudi perlu memastikan jarak aman dengan kendaraan lain sebelum melakukan manuver.
Kebiasaan memotong jalur secara tiba-tiba juga berisiko membahayakan pengendara lain.
Apalagi di sejumlah ruas jalan perkotaan, arus kendaraan relatif padat. Ketika satu kendaraan melakukan perpindahan lajur secara mendadak, kendaraan di belakang maupun di samping harus bereaksi cepat.
Dalam kondisi tertentu, reaksi spontan tersebut justru dapat menyebabkan kecelakaan beruntun.
Pengendara juga diminta tidak memaksakan diri berpindah lajur ketika ruang yang tersedia tidak cukup. Lebih baik menunggu hingga terdapat celah yang aman daripada mengambil risiko hanya untuk mengejar waktu beberapa detik.
Kecelakaan lalu lintas pada dasarnya dapat terjadi karena berbagai faktor. Namun, perilaku pengendara menjadi salah satu faktor yang dapat dikendalikan secara langsung.
Karena itu, masyarakat diharapkan membangun kebiasaan berkendara yang lebih tertib dan defensif.
Sebelum berpindah lajur, pengemudi dapat memastikan beberapa hal, seperti melihat kondisi lalu lintas di sekitar kendaraan, menggunakan lampu sein sebagai tanda, menjaga jarak aman serta tidak melakukan manuver secara mendadak.
Pengemudi juga harus menghindari perilaku agresif di jalan, termasuk memaksakan diri masuk ke celah sempit hanya karena ingin lebih cepat sampai tujuan.
Pesan sederhana dari kepolisian adalah jangan asal pindah jalur.
Sebab, satu manuver yang dilakukan tanpa perhitungan tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.
Dengan adanya catatan 138 kecelakaan lalu lintas selama Agustus 2026, masyarakat Surabaya diharapkan semakin sadar bahwa keselamatan berkendara bukan hanya mengenai kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga tentang bagaimana menghargai pengguna jalan lain.
Jangan buru-buru. Jangan mendadak pindah lajur. Pastikan aman sebelum bermanuver. Karena beberapa detik kesabaran bisa menyelamatkan nyawa.(Red)














