SURABAYA – Rangkaian Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menjadi momentum penuh makna bagi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai.(3/9/26)
Dalam kegiatan tersebut, Aries menerima Lencana Melati, tanda kehormatan Gerakan Pramuka yang disematkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas jasa, dedikasi dan pengabdian dalam mendukung perkembangan Gerakan Pramuka, khususnya dalam pembinaan generasi muda.
Penyematan Lencana Melati tidak hanya menjadi sebuah seremoni, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembinaan karakter generasi muda membutuhkan komitmen dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan dan Gerakan Pramuka.
Bagi Aries Agung Paewai, penghargaan tersebut bukan sekadar tanda kehormatan. Lencana Melati dipandang sebagai amanah untuk terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendidikan karakter.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik menjadi pribadi yang memiliki disiplin, kemandirian, ketangguhan, kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama, Aries Agung Paewai turut hadir dalam Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema tersebut dinilai memiliki relevansi kuat dengan tantangan pembangunan generasi muda saat ini. Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi wadah pembentukan karakter, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperoleh keterampilan praktis dan membangun kepedulian terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah ketahanan pangan.
Generasi muda perlu diperkenalkan sejak dini terhadap pentingnya kemandirian pangan, pemanfaatan sumber daya secara bijak serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan kepramukaan, nilai-nilai seperti gotong royong, kemandirian, kedisiplinan, kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan secara langsung melalui berbagai aktivitas.
Semangat tersebut juga sejalan dengan berbagai upaya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui Program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan). Program tersebut mendorong satuan pendidikan agar tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar produktif bagi peserta didik.
Melalui pemanfaatan lahan sekolah, budidaya tanaman pangan, inovasi pertanian hingga pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya ketahanan pangan.
Konsep tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui praktik.
Mereka tidak hanya memahami ketahanan pangan secara teori, tetapi dapat terlibat langsung dalam proses menanam, merawat, memanfaatkan hasil serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dengan demikian, sekolah dapat menjadi bagian dari ekosistem yang ikut mendukung gerakan ketahanan pangan sekaligus membangun karakter peserta didik.
Sinergi antara Gerakan Pramuka dan dunia pendidikan dinilai memiliki potensi besar dalam mempersiapkan generasi Jawa Timur menghadapi tantangan masa depan.
Gerakan Pramuka memiliki kekuatan dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan dan keterampilan sosial. Sementara dunia pendidikan memiliki peran dalam pengembangan pengetahuan, kompetensi dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Ketika kedua kekuatan tersebut berjalan secara beriringan, diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap masyarakat serta lingkungan.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen tersebut.
Penghargaan Lencana Melati yang diterima Aries Agung Paewai menjadi simbol apresiasi sekaligus amanah untuk terus mendorong pendidikan karakter di Jawa Timur.
Ke depan, kolaborasi antara Gerakan Pramuka dan satuan pendidikan diharapkan semakin kuat, termasuk dalam mendukung program ketahanan pangan.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, generasi muda Jawa Timur diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, kreatif, tangguh, peduli lingkungan dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi Jawa Timur yang unggul, berkarakter dan siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(Red)















