banner 1000x130
Polri  

Dirlantas Polda Jatim: Teknologi Hanya Alat Bantu, Integritas dan Pelayanan Tetap yang Utama

banner 2500x130 banner 1000x130

Surabaya |Nusantara Jaya News – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dinilai membawa perubahan besar dalam pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas. Mulai dari digitalisasi pelayanan publik, sistem pemantauan arus lalu lintas, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), seluruhnya kini menjadi bagian penting dalam mendukung tugas kepolisian yang lebih cepat, tepat, dan efektif.

Hal tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Iwan Saktiadi saat memberikan arahan kepada personel Ditlantas Polda Jatim pada Rabu (7/5/2026).

banner 1000x130

Dalam arahannya, Dirlantas Polda Jatim menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi di era modern menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi harus mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh personel kepolisian guna meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional dan presisi.

Meski demikian, Kombes Pol Iwan Saktiadi mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat bantu dalam pelaksanaan tugas, bukan tujuan utama. Ia menekankan bahwa faktor terpenting dalam penegakan hukum tetap berada pada kualitas sumber daya manusia, integritas, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Teknologi itu tools, bukan goals,” tegasnya di hadapan personel Ditlantas Polda Jatim.

Pernyataan tersebut menjadi penekanan penting bahwa secanggih apa pun teknologi yang digunakan, keberhasilan pelayanan kepolisian tetap ditentukan oleh profesionalisme dan tanggung jawab personel di lapangan.

Dalam era transformasi digital saat ini, Ditlantas Polda Jatim terus melakukan berbagai penyesuaian dan inovasi pelayanan berbasis teknologi. Berbagai sistem elektronik dan digitalisasi diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan lalu lintas, percepatan pelayanan administrasi, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) juga mulai diperkenalkan sebagai bagian dari perkembangan teknologi modern yang dapat membantu analisa data, pemetaan kepadatan lalu lintas, serta mendukung sistem pengawasan yang lebih akurat dan efisien.

Namun demikian, Dirlantas Polda Jatim menegaskan bahwa penggunaan teknologi harus tetap dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. Personel kepolisian dituntut tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga memahami nilai-nilai etika, disiplin, dan integritas dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, polisi di era modern harus memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perkembangan zaman. Setiap personel dituntut terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar mampu menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Selain itu, pelayanan yang humanis tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Kehadiran teknologi diharapkan tidak mengurangi sentuhan kemanusiaan dalam pelayanan kepada masyarakat, melainkan justru menjadi sarana untuk meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan transparansi pelayanan publik.

Arahan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh personel Ditlantas Polda Jatim agar terus berinovasi, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang Presisi sesuai semangat transformasi Polri menuju institusi modern.

Dengan perpaduan antara teknologi, integritas, dan pelayanan humanis, Ditlantas Polda Jatim optimistis mampu menjawab tantangan penegakan hukum lalu lintas di era digital sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan.(Red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130