Medan |Nusantara Jaya News — Perayaan suci Chitirai Pournami Thiruvizha 2026 yang digelar di Arulmigu Bathara Kaliamman Alayam, Medan Kampung Lalang, berlangsung dengan penuh khidmat, semarak, dan nuansa spiritual yang mendalam. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Jumat, 1 Mei 2026, dan mencapai puncaknya pada Minggu, 3 Mei 2026.
Sejak hari pertama, umat Hindu dari berbagai wilayah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian ritual keagamaan, mulai dari persembahyangan, prosesi suci, hingga kegiatan budaya yang sarat makna bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Dewi Kaliamman.
Puncak acara dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua PHDI Provinsi Sumatera Utara, Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Wakil Ketua PHDI Kota Medan, Ketua Perhimpunan Shri Mariamman Kuil, unsur Forkopimcam Medan Helvetia, perwakilan Kelurahan Cinta Damai, serta Bhabinkamtibmas setempat.
Pelaksanaan upacara dipimpin oleh Pinandita Gurukkal Pannir Selvan bersama Pinandita K. Darma Rajen, yang dengan penuh kesucian memandu jalannya ritual hingga berjalan lancar dan tertib.
Dalam sambutannya, Ketua PHDI Provinsi Sumatera Utara menyampaikan bahwa perayaan Chitirai Pournami bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan umat Hindu serta menjaga warisan budaya leluhur.
Sementara itu, Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Elirosa Tarigan, M.Sos, menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual, kebersamaan, serta toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga mengapresiasi panitia dan seluruh umat yang telah berpartisipasi aktif sehingga kegiatan ini berlangsung sukses.
Ketua Perhimpunan Shri Mariamman Kuil, Narendra Balen, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya pemerintah dan tokoh masyarakat, yang turut menjaga kelancaran acara.
Perwakilan Kecamatan Medan Helvetia juga menyampaikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan ini sebagai bagian dari harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Salah satu momen sakral dalam kegiatan ini adalah prosesi penyematan kain ponade kepada para tamu kehormatan. Prosesi tersebut dilakukan oleh Ketua Kuil, Bapak Nileganden, didampingi oleh pengurus, termasuk Dr. Matha Riswan, sebagai simbol penghormatan dan kebersamaan dalam bingkai dharma.
Secara keseluruhan, rangkaian Chitirai Pournami Thiruvizha 2026 berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh sukacita. Umat yang hadir tidak hanya merasakan kemeriahan, tetapi juga memperoleh kedamaian batin serta berkah spiritual dari perayaan suci ini.
Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai bhakti, budaya, dan persaudaraan tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Hindu, khususnya di Kota Medan. (Spt)













