banner 1000x130
Pemkab  

Bupati Sanjaya Resmi Buka Parade Gebogan dan Baleganjur DTW Ulun Danu Beratan & The Blooms Bali 2026

banner 2500x130 banner 1000x130

Tabanan – Nusantarajayanews.id | Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menegaskan komitmen dalam mendorong promosi destinasi wisata berbasis budaya. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembukaan Parade Gebogan dan Baleganjur Dua Destinasi Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali Tahun 2026 oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M.

Pembukaan parade berlangsung di Bamboo Stage The Blooms Bali, Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Minggu 21/6/2026. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Tabanan, Anggota DPRD Provinsi Bali, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, pimpinan perangkat daerah terkait, Direktur DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika, serta undangan lainnya.

banner 1000x130

Acara pembukaan diawali penampilan gamelan dan tarian maskot Ulun Danu yang untuk pertama kali dipentaskan ke publik. Tarian tersebut menggambarkan sosok Dewi Danu didampingi empat penari sebagai simbol Catur Angga yang mengempon Pura Ulun Danu Beratan. Penampilan perdana itu mendapat apresiasi dari Bupati Sanjaya.

“Saya mengapresiasi penampilan adik-adik penabuh gamelan dan tarian maskot Ulun Danu yang perdana dibawakan. Tarian yang melambangkan Dewi Ulun Danu beserta Catur Angga pengempon pura sangat memukau. Kita patut berbangga dapat menyaksikan pertunjukan perdana dalam event yang baik ini,” ujar Sanjaya.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali atas konsistensi menyelenggarakan event kreatif. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga menjadi ruang pelestarian seni budaya masyarakat lokal.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya berikan penghargaan tinggi kepada DTW Ulun Danu dan The Blooms Bali atas penyelenggaraan Parade Gebogan dan Baleganjur. Kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkuat daya tarik kawasan Bedugul dan sekitarnya,” tegasnya.

Pembukaan parade ditandai dengan penarikan replika gebogan oleh Bupati Sanjaya. Ia menjelaskan gebogan merupakan simbol persembahan suci kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai wujud syukur atas anugerah kehidupan. Gebogan melambangkan gunung sebagai tempat bersemayam para dewa, dengan isi berupa hasil bumi sebagai ungkapan rasa syukur.

“Ketika dipadukan dengan Baleganjur, parade ini menjadi representasi tepat dalam menampilkan kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakat Tabanan,” jelasnya.

Bupati juga mengapresiasi perkembangan DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali yang terus berbenah hingga menjadi destinasi bertaraf internasional. Keberhasilan itu dinilai tidak terlepas dari manajemen profesional dan keterlibatan aktif masyarakat. Ia menyebut keterlibatan sanggar lokal, yowana, ibu-ibu PKK, dan masyarakat adat sebagai bukti pelestarian budaya berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata.

“Keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama Tabanan menjaga warisan leluhur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata berbasis budaya, sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” imbuhnya.

Direktur Utama PT Ulun Danu Beratan Lestari I Wayan Mustika menyampaikan parade tahun ini mengusung tema “Dharma Santi Mahotsava” yang bermakna merajut persatuan melalui seni dan tradisi. Kegiatan berlangsung 21 Juni hingga 9 Agustus 2026.

Parade diikuti 20 Desa Adat Pemaksan Pura Ulun Danu Beratan dengan melibatkan sekitar 1.500 generasi muda yang tampil bergiliran. Durasi 1,5 bulan dimaksudkan memberi kesempatan wisatawan menikmati beragam atraksi budaya lokal selama berada di DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Bedugul,” ujar I Wayan Mustika.(tik)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130