banner 1000x130
Pemkab  

Wagub Giri Prasta Wacanakan Regrouping Untuk Sekolah Minim Peminat, Guru dipastikan Aman

banner 2500x130 banner 1000x130

Denpasar – Nusantarajayanews. id | Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta angkat bicara terkait masih adanya sekolah di Bali yang jumlah siswanya sangat sedikit. Ia menyebut Pemprov Bali tertarik mengevaluasi kondisi tersebut dan menyiapkan opsi regrouping atau penggabungan sekolah.

Hal itu disampaikan Giri Prasta menanggapi persoalan penerimaan peserta didik baru di sejumlah wilayah, Selasa (14/7/2026), usai mengikuti sidang paripurna di DPRD Bali.

banner 1000x130 banner 1000x130

“Berbicara tentang ada sekolah yang mendapatkan siswa yang sedikit. Kami sudah merasa tertarik. Karena memang di area wilayah desa itu ada sekolah yang lain. Sehingga di sekolah lain ini bisa terakomodir sesuai dengan jumlah per kelas,” ujar Giri Prasta.

Ia mencontohkan masih ada sekolah di Bali yang kelasnya tidak lengkap. Ada sekolah yang hanya memiliki kelas 1 dan 3, sementara kelas 2 dan 4 tidak ada. Untuk mengatasi hal itu, Giri Prasta menyebut salah satu langkah yang akan dilakukan ke depan adalah regrouping.

“Evolusi yang kita lakukan ke depan kaitannya dengan kemungkinan besar kita akan melaksanakan, salah satunya adalah regrouping. Sekolah yang kosong akan kita gabung jadi satu kita akan perbaiki semua fasilitas nya termasuk adanya fasilitas Lab,” jelasnya.

Menurutnya, dengan regrouping siswa dari sekolah yang minim peminat bisa dipusatkan ke sekolah terdekat yang fasilitasnya lebih lengkap.

Terkait tenaga pengajar jika terjadi regrouping, Wagub memastikan guru tidak akan dirugikan. Ia mengakui saat ini Bali masih kekurangan tenaga guru.

“Kalau berbicara tentang tenaga pengajar, jujur ya ketika kita berbicara tentang tenaga guru, kalau di Bali ini kita masih kurang. Maka kita di Bali ini juga ada dengan tenaga BOS. Nah, persoalan daripada itu sehingga untuk penempatan, apalagi nanti guru P3K itu bisa ditempatkan di mana saja,” ujarnya.

Giri Prasta juga mengusulkan adanya tambahan insentif bagi guru yang bertugas di wilayah terpencil.

“Saya kira bagaimana harus kita memberikan tambahan insentif karena guru itu harus mendapatkan tunjangan yang layak. Misalkan dengan tempat-tempat yang terpencil seperti itu,” katanya.

Ia memastikan dengan adanya regrouping atau penggabungan sekolah, guru-guru tetap akan tertampung. Wagub mencontohkan kondisi di Karangasem yang memiliki banyak sekolah dengan jumlah siswa sedikit. Ia menyebut jumlah guru di Bali secara keseluruhan nantinya akan dikoordinasikan lebih lanjut. (tik)

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130