banner 1000x130
Berita  

Kampung Nelayan Kenjeran Jadi Pusat Gaung Gerakan Ayah Wajib Hadir

banner 2500x130 banner 1000x130

SURABAYA |Nusantara Jaya News – Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 di Provinsi Jawa Timur tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Di bawah kepemimpinan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, momentum HARGANAS diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat dengan mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”.

Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Minggu (28/6/2026), menghadirkan berbagai program strategis mulai dari percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan keluarga, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak.

banner 1000x130 banner 1000x130

Kegiatan diawali pukul 08.00 WIB dari Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menuju Kenjeran Park sebagai titik kumpul. Selanjutnya, rombongan bersama para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) melakukan kunjungan menggunakan sepeda motor ke rumah Keluarga Risiko Stunting (KRS) di kawasan Sukolilo Larangan, Kecamatan Bulak.

Dalam kunjungan tersebut, Shodiqin bersama jajaran menyerahkan bantuan melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang berasal dari Orang Tua Asuh (OTA). Program ini diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan dasar keluarga sekaligus mempercepat upaya pencegahan stunting di Jawa Timur.

Tak hanya memberikan bantuan, BKKBN juga melakukan pendampingan intensif melalui pendekatan “1 Penyuluh KB 1 Keluarga”. Pendampingan ini mencakup edukasi mengenai pemenuhan gizi, pola asuh, kesehatan reproduksi, hingga pencegahan stunting sejak masa kehamilan sampai anak memasuki usia emas pertumbuhan.

“Pendampingan ini penting agar perubahan yang diharapkan tidak bersifat sesaat, melainkan mampu membangun kesadaran keluarga untuk menerapkan pola hidup sehat dan pengasuhan yang tepat,” ujar Shodiqin.

Usai melakukan kunjungan lapangan, rombongan melanjutkan kegiatan ke kawasan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran untuk meninjau Booth Gelar Dagang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).

Berbagai produk hasil karya keluarga binaan dipamerkan sebagai bukti bahwa keluarga dapat menjadi pelaku ekonomi produktif apabila memperoleh pembinaan secara berkelanjutan.

Menurut Shodiqin, ketahanan ekonomi keluarga memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi, pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

Dalam sambutannya pada kegiatan “Sapa Warga Kampung Nelayan”, Shodiqin menegaskan bahwa tema HARGANAS ke-33, yakni “Ayah Wajib Hadir”, dipilih karena masih rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

“Berdasarkan hasil survei, kehadiran ayah dalam keluarga masih sangat rendah, baru sekitar 25 persen. Padahal kehadiran ayah sangat penting, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis,” katanya.

Ia menjelaskan, kehadiran ayah sangat dibutuhkan sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak. Ayah berperan sebagai teladan, pelindung, sekaligus pendamping bagi anak dan istri.

“Ketika istri sedang hamil, ayah harus memastikan kebutuhan gizi dan kesehatannya terpenuhi agar risiko stunting dapat dicegah. Setelah anak lahir, ayah juga harus terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak, termasuk memastikan imunisasi berjalan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Shodiqin juga mengapresiasi para nelayan di wilayah Kenjeran yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan dan kesejahteraan keluarga.

“Saya melihat banyak keluarga nelayan yang berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Ini menunjukkan peran ayah dalam keluarga sudah berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Selain itu, BKKBN juga mendorong keterlibatan pria dalam program keluarga berencana melalui penggunaan alat kontrasepsi pria sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam membangun keluarga yang sejahtera.

Kegiatan HARGANAS ke-33 juga diisi dengan layanan konsultasi Program Bangga Kencana, pelayanan kesehatan gratis berupa pemberian vitamin dan obat-obatan dasar, serta sosialisasi literasi keuangan keluarga bekerja sama dengan BNI.

Melalui program literasi keuangan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga, budaya menabung, hingga perencanaan keuangan keluarga guna memperkuat ketahanan ekonomi.

BKKBN menilai pembangunan keluarga tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga mencakup dimensi ekonomi, pendidikan, pengasuhan, dan kesejahteraan sosial.

Rangkaian kegiatan HARGANAS ke-33 di Surabaya ini menjadi bukti komitmen BKKBN Provinsi Jawa Timur untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, nyata, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Momentum HARGANAS ke-33 sekaligus menjadi pengingat bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Ketika ayah hadir, ibu berdaya, anak tumbuh sehat, dan keluarga memiliki ketahanan ekonomi yang kuat, maka akan lahir generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan siap membawa bangsa menuju masa depan yang lebih maju.(red)

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130