Medan |Nusantara Jaya News – Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan kepada seluruh personel pengamanan agar tetap mengedepankan sikap sabar, humanis, dan profesional saat mengawal aksi unjuk rasa yang digelar Keluarga Besar Mahasiswa Nommensen (KBMN) di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan.
Arahan tersebut disampaikan langsung saat Kapolrestabes memantau jalannya pengamanan di lokasi aksi. Ia meminta seluruh personel tidak mudah terpancing emosi dan tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Menurutnya, tugas aparat bukan hanya mengamankan jalannya kegiatan, tetapi juga memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam KBMN melakukan long march menuju Gedung DPRD Sumut dengan membawa sejumlah tuntutan terkait kebijakan nasional.
Dalam perjalanannya, situasi sempat memanas ketika sebagian massa berupaya menerobos barikade pengamanan, membakar ban, dan melempar botol air mineral ke arah petugas. Namun aparat keamanan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis sehingga situasi dapat dikendalikan tanpa bentrokan.
“Saya minta seluruh personel tetap sabar, humanis, dan jangan terpancing. Tugas kita adalah mengamankan sekaligus melayani masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum,” tegas Kapolrestabes kepada personel pengamanan.
Pengamanan aksi melibatkan 644 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Selain menjaga keamanan, aparat juga membuka ruang komunikasi antara mahasiswa dan pihak DPRD Sumatera Utara hingga aspirasi massa dapat diterima untuk didialogkan lebih lanjut.(Jhd)
















