Badung – Nusantarajayanews.id | Dukungan terhadap kesiapan destinasi wisata Bali Selatan terus menguat menjelang libur sekolah. Kementerian Pariwisata melakukan peninjauan langsung ke Pantai Pandawa, Jumat (19/6/2026), sebagai bagian dari monitoring kesiapan destinasi menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan.
Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono, menilai secara umum kesiapan destinasi wisata di Bali sudah cukup baik. Berdasarkan pemantauan di Kintamani, Penglipuran, dan Tirta Empul, terjadi kenaikan kunjungan 10-20 persen dibanding hari biasa.
“Untuk Pantai Pandawa persiapan juga bagus, semoga tamu meningkat. Kami meminta ditingkatkan kebersihan, keramahtamahan dan keselamatan. Kemarin ada kejadian di sejumlah daerah wisata soal keselamatan, semoga di Bali tidak ada,” ujar Dwi Marhen Yono saat ditemui di kawasan Pandawa, Desa Kutuh, Kuta Selatan.
Meski persiapan dinilai baik, Dwi mengakui sejumlah infrastruktur dasar masih perlu ditingkatkan agar pengalaman wisatawan semakin nyaman. Beberapa yang disoroti antara lain jalan paving, lampu penerangan jalan, serta kabel listrik yang perlu ditanam untuk estetika kawasan.
“Semua kami tampung termasuk meminta PLN membenahi kabel-kabel agar destinasi ini lebih estetik. Kami minta Pak Bupati melengkapi infrastruktur penunjang di sini termasuk pemecah ombak karena sudah mulai abrasi. Kami rekap semua, Pak Gubernur juga sama sampai level kementerian pusat. Semoga tahun ini dilakukan dan tahun depan kita terus berbenah,” jelasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, A.A. Putri Mas Agung, menyambut baik kunjungan Kementerian Pariwisata ke Pantai Pandawa yang disebutnya sebagai destinasi dengan tingkat kunjungan kedua tertinggi di Badung.
“Kami mengapresiasi kunjungan Kemenpar ke Pandawa. Tentunya ini membuka informasi lebih lengkap terutama untuk persiapan liburan,” kata Putri Mas Agung.
Terkait persoalan abrasi, Pemkab Badung akan terlebih dahulu mengkaji aspek kewenangan sebelum mengambil langkah lanjutan. Sementara itu, pembenahan fisik tetap berjalan. Tahun ini sebanyak 50 unit kios akan diperbaiki, dan tahun depan dilanjutkan pembangunan tsunami center.
“Untuk abrasi kita lihat dulu kewenangannya ada di pusat atau daerah. Kalau di Pandawa, perbaikan kios 50 unit tahun ini dan tahun depan kita lanjutkan pembangunan tsunami center. Kewenangan pembangunannya kita lihat dulu di mana,” ujarnya.
Sebagaimana disampaikan pengelola DTW Pantai Pandawa sebelumnya, Pandawa dan Timbis dikelola sebagai satu kawasan terintegrasi dengan strategi pemetaan pasar wisman China, India, dan Australia. Berbagai pembenahan infrastruktur yang sedang berjalan diharapkan membuat Pantai Pandawa tetap menjadi destinasi favorit wisatawan selama musim libur sekolah sekaligus mempertahankan posisinya sebagai ikon pariwisata Bali Selatan.(tik).
















