TAPANULI UTARA |Nusantara Jaya News – Ketua Umum DPP Laskar Gibran, Leonardo Pandapotan Sirait, melakukan pertemuan strategis dengan Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., untuk membahas berbagai persoalan prioritas daerah yang berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya di sektor lingkungan dan pertanian.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah persoalan sampah di Kabupaten Tapanuli Utara yang mencapai sekitar 40 ton per hari. Jika tidak dikelola dengan baik, volume sampah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan yang semakin kompleks.
Leonardo Sirait menjelaskan bahwa Laskar Gibran membawa konsep pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi seperti pupuk organik dan minyak hasil pengolahan teknologi ramah lingkungan.
“Sampah harus diubah menjadi berkah. Dengan teknologi dan manajemen yang tepat, sampah dapat menjadi pupuk untuk pertanian dan sumber energi alternatif yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Ini bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga solusi ekonomi,” ujar Leonardo.
Selain persoalan sampah, pertemuan tersebut juga membahas regenerasi sektor pertanian melalui program Petani Generasi Muda (Petani Gen Z) yang bertujuan menarik minat anak-anak muda untuk kembali melihat pertanian sebagai sektor masa depan yang menjanjikan.
Permasalahan lain yang menjadi sorotan adalah anjloknya harga hasil panen petani saat musim panen raya. Kondisi tersebut dinilai sering merugikan petani karena adanya rantai distribusi yang panjang dan dugaan praktik permainan harga oleh oknum yang mengambil keuntungan di tengah kesulitan petani.
Menanggapi hal tersebut, Laskar Gibran menawarkan sejumlah solusi strategis, antara lain penguatan kelembagaan petani, pembentukan ekosistem pemasaran berbasis digital, pengembangan koperasi modern, penguatan gudang penyimpanan hasil panen, serta perluasan akses pasar langsung kepada konsumen dan industri.
“Petani tidak boleh terus menjadi pihak yang dirugikan. Ketika panen melimpah, harga justru jatuh. Ini harus diselesaikan dengan sistem yang lebih adil. Laskar Gibran siap menghadirkan solusi berbasis teknologi, kemitraan, dan penguatan kelembagaan petani agar kesejahteraan mereka meningkat,” tegas Leonardo.
Bupati Tapanuli Utara menyambut baik berbagai gagasan yang disampaikan dan berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan Laskar Gibran dapat melahirkan program-program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan Tapanuli Utara sebagai daerah yang unggul dalam pengelolaan lingkungan, pertanian berkelanjutan, serta pemberdayaan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.(Jhd)
















