Jakarta |Nusantara Jaya News – Suasana tidak biasa terlihat di Gedung Promoter Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026) sore. Puluhan personel Brimob bersenjata lengkap dengan senjata laras panjang tampak berjaga ketat di seluruh area gedung, mulai dari trotoar, pintu masuk, hingga lobi utama.
Pengamanan berlapis tersebut dilakukan sebagai persiapan konferensi pers pengungkapan kasus dugaan mega korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berkaitan dengan sejumlah perkara besar, di antaranya dugaan korupsi di sektor batu bara PLN, PT Asabri, Krakatau Steel, serta PT CBS–PT KNI.
Sorotan utama dalam pengungkapan kasus ini adalah nilai barang bukti yang mencapai lebih dari setengah triliun rupiah. Jumlah aset yang berhasil disita membuat publik tercengang karena menggambarkan besarnya dugaan kerugian negara akibat praktik korupsi yang sedang diusut aparat penegak hukum.
Berdasarkan hasil penggeledahan yang dilakukan sejak Rabu (8/7/2026) di 13 lokasi berbeda, termasuk rumah mewah di kawasan Sentul dan sejumlah ruko di Cipete, penyidik berhasil mengamankan berbagai aset bernilai fantastis.
Barang bukti yang disita meliputi uang tunai dalam mata uang rupiah senilai sekitar Rp476 miliar, kemudian mata uang asing berupa Dolar Singapura dan Dolar Amerika Serikat dengan nilai setara sekitar Rp67 miliar.
Tak hanya itu, penyidik juga menemukan 74 kilogram emas batangan yang disimpan di salah satu rumah di kawasan Sentul. Penemuan logam mulia tersebut semakin memperkuat dugaan adanya upaya menyembunyikan hasil tindak pidana melalui berbagai bentuk aset.
Proses evakuasi barang bukti berlangsung hingga sore hari. Sejumlah anggota Direktorat Reserse masih terlihat mengangkut tumpukan uang tunai dan emas untuk ditata di atas meja panjang di lobi Gedung Promoter sebagai bagian dari persiapan konferensi pers.
Dalam salah satu lokasi penggeledahan di Cipete, penyidik bahkan dilaporkan harus membongkar sebuah brankas menggunakan mesin gerinda karena diduga menyimpan aset yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Besarnya nilai barang bukti menjadi alasan utama diterjunkannya puluhan personel Brimob bersenjata lengkap untuk melakukan pengamanan secara berlapis. Pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh proses pengangkutan, penyimpanan, hingga pemaparan barang bukti berlangsung aman.
Kasus ini menjadi salah satu pengungkapan dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang dengan nilai sitaan yang sangat besar.
Penyidik masih terus mendalami asal-usul seluruh aset yang disita, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi pemilik maupun pihak yang menikmati hasil tindak pidana tersebut.
Hingga kini, aparat penegak hukum masih melanjutkan proses penyidikan guna mengungkap seluruh jaringan yang diduga terlibat serta memastikan seluruh aset yang berasal dari dugaan tindak pidana dapat disita untuk kepentingan proses hukum dan pemulihan kerugian negara.(Red)
















