banner 1000x130

Bule Rusia Diculik dan Disiksa 30 Jam di Bali, Pelaku Paksa Korban Serahkan Password Akun Kripto

banner 2500x130 banner 1000x130

Badung |Nusantara Jaya News – Kasus kriminal yang menyasar warga negara asing (WNA) kembali terjadi di Pulau Dewata. Seorang warga negara Rusia bernama Artem Ivanov menjadi korban penculikan, penyekapan, dan penganiayaan selama hampir 30 jam di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Korban diduga dipaksa menyerahkan akses ke akun aset kripto miliknya sebelum akhirnya dibuang dalam kondisi terluka. (9/7)

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban pulang dari sebuah restoran di kawasan Pecatu dengan mengendarai sepeda motor.

banner 1000x130 banner 1000x130

Di tengah perjalanan yang sepi, korban dihadang sebuah mobil Nissan Serena berwarna hitam. Dua orang pelaku yang mengenakan penutup wajah kemudian turun dari kendaraan, memborgol tangan korban menggunakan tali plastik, menutup kepalanya, lalu memaksa korban masuk ke dalam mobil.

Korban selanjutnya dibawa ke sebuah bangunan yang hingga kini masih diselidiki polisi. Di lantai dua bangunan tersebut, Artem diduga disekap di sebuah ruangan yang menyerupai sel.

Selama hampir 30 jam, korban mengaku mengalami penganiayaan berupa pukulan dan tendangan secara berulang. Dalam kondisi tertekan, korban akhirnya dipaksa memberikan kata sandi atau akses ke akun kripto miliknya. Selain itu, telepon genggam korban juga turut dirampas.

Setelah berhasil menguasai aset digital korban, para pelaku membuang Artem di depan Rumah Sakit Universitas Udayana, Jimbaran, pada Sabtu dini hari. Korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka akibat dugaan penganiayaan.

Polda Bali kini melakukan penyelidikan intensif dengan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di empat lokasi yang diduga berkaitan dengan aksi penculikan tersebut.

Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan sejumlah kejanggalan di vila tempat korban tinggal. Saat kejadian berlangsung, sistem CCTV, jaringan listrik, hingga jaringan WiFi di vila dilaporkan mati secara bersamaan.

Meski terdapat dugaan awal gangguan tersebut disebabkan korsleting pada mesin pompa air, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya unsur sabotase. Polisi juga melakukan pelacakan data digital melalui metode cell dump untuk mengidentifikasi perangkat komunikasi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

Hingga kini, penyidik belum dapat memastikan identitas para pelaku maupun kewarganegaraan mereka. Polisi juga masih menghitung nilai kerugian yang dialami korban akibat pengambilalihan akses akun kripto tersebut.

Kasus ini menambah daftar tindak kriminal serius yang melibatkan warga negara asing di Bali. Polda Bali menegaskan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku, motif, serta kemungkinan adanya jaringan kriminal terorganisir di balik aksi penculikan tersebut. (Red)

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130