JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana, resmi merilis daftar nama peserta yang lolos seleksi Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Angkatan III Tahun 2026.
Berdasarkan Surat Pengumuman Nomor: Und-322/BNPB/PUSDIKLAT/DL.02.01/08/2026, sebanyak 40 aparatur sipil dari berbagai wilayah di Indonesia dipanggil untuk mengikuti diklat yang diselenggarakan secara daring (online) ini.Para peserta yang terpilih merupakan perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota di seluruh penjuru tanah air, serta sejumlah perwakilan dari instansi BNPB pusat.
Beberapa nama yang tercantum dalam lampiran di antaranya adalah perwakilan dari wilayah timur seperti Agus Sulistiawan (BPBD Manokwari) dan perwakilan Sulawesi Tengah seperti Faisal Tahadju (BPBD Morowali Utara).
Pelatihan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 10 Agustus 2026 hingga Jumat, 14 Agustus 2026.
Sepanjang diklat, para peserta akan dibekali dengan berbagai materi krusial guna penguatan kapasitas kebencanaan.
Materi tersebut meliputi Dasar dan Sistem Penanggulangan Bencana (Sisnas PB), Manajemen Risiko Prabencana, Manajemen Penanganan Darurat, Manajemen Pemulihan, hingga Manajemen Logistik dan Peralatan.
Plh. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana, R. Theodora Eva Yuliana Aritonang, dalam suratnya menegaskan agar seluruh peserta segera melakukan konfirmasi ulang kepesertaan secara mandiri. Sebagai syarat mutlak pembebasan tugas selama diklat berlangsung, peserta diwajibkan mengunggah surat tugas resmi dari pimpinan instansi masing-masing beserta lembar komitmen.
Selain dokumen administrasi, pihak penyelenggara juga menekankan pentingnya kesiapan sarana digital bagi peserta. Seluruh partisipan wajib memastikan koneksi internet mereka stabil, menggunakan perangkat laptop atau headset yang memadai, serta mematuhi tata tertib berpakaian dinas (PDH) secara ketat selama sesi kelas virtual berlangsung.
Melalui diklat ini, BNPB berharap dapat mencetak komandan dan analis bencana daerah yang responsif, tangguh, serta adaptif dalam menghadapi dinamika kebencanaan di daerah masing-masing.(Red)














