BANGLI, Nusantara Jaya News – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1626/Bangli Tahun Anggaran 2026 mendapat kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Mabes TNI Angkatan Darat, Senin (10/8/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli tersebut dipimpin Katim Wasev TMMD sekaligus Waaster Kasad Bidang Renminter, Brigjen TNI Jamaluddin, S.I.P., M.I.P. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian program TMMD berjalan sesuai rencana sekaligus mengevaluasi manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 10.15 hingga 15.17 WITA. Katim Wasev bersama rombongan tiba di Pos Komando Taktis (Koti) TMMD ke-129 Kodim 1626/Bangli dan disambut Wakil Bupati Bangli, jajaran Forkopimda, Dansatgas TMMD, perangkat desa, personel TNI serta masyarakat.
Turut hadir Asisten Teritorial Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Yudi Riyanto Ratu, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, SST, Par, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf Yugi Prastawa, S.I.P., M.I.P., Waka Polres Bangli Kompol I Gede Sudyatmaja, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat dan unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD yang dinilai mampu memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat.
“Pelaksanaan TMMD menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja sama seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya dalam sambutan.
Menurutnya, TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa progres pengerjaan sasaran TMMD di Desa Sekardadi telah mencapai 100 persen dan saat ini memasuki tahap pembersihan serta penyempurnaan lingkungan sekitar.
Pemerintah Kabupaten Bangli mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat berbagai fasilitas yang telah dibangun melalui program TMMD agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Bangun Jalan Rabat Beton Sepanjang 1.766 Meter.
Dalam paparan Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 1626/Bangli, dijelaskan bahwa program TMMD merupakan operasi bakti yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral dengan melibatkan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta komponen masyarakat.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Bangli, khususnya dalam membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Sekardadi.
Untuk sasaran fisik, terdapat lima pekerjaan utama. Salah satunya pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.766 meter, lebar 3 meter dan ketebalan 12 sentimeter.
Selain pembangunan jalan, TMMD juga mengerjakan empat titik Drainase Penahan Tanah (DPT). DPT titik pertama, kedua dan ketiga masing-masing memiliki panjang 25 meter dengan tinggi 1,5 meter.
Sementara DPT titik keempat memiliki panjang 25 meter dengan tinggi 2 meter.
Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas dan distribusi hasil perkebunan.
Akses jalan juga menjadi penghubung antara Banjar Dinas Tinga dan Banjar Dinas Pule sehingga dapat memperpendek serta mempermudah mobilitas masyarakat.
Selain untuk kepentingan ekonomi, jalan yang dibangun juga dapat digunakan sebagai akses masyarakat dalam kegiatan sosial, silaturahmi serta berbagai kegiatan keagamaan dan adat.
12 Program Nonfisik dan Program Unggulan Kasad
TMMD ke-129 Kodim 1626/Bangli tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Sebanyak 12 sasaran kegiatan nonfisik juga dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran serta kapasitas masyarakat.
Kegiatan tersebut meliputi wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan bahaya terorisme dan paham radikalisme, hukum dan kamtibmas, bahaya narkoba, rekrutmen prajurit TNI AD, penanggulangan bencana, keluarga berencana dan kesehatan.
Selain itu terdapat kegiatan bidang pertanian dan peternakan, pencegahan stunting melalui Posyandu dan Posbindu, koperasi dan usaha kecil menengah, serta penyuluhan mengenai Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).
Program juga diperkuat dengan sejumlah sasaran tambahan, yakni rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak lima titik, rehabilitasi MCK lima titik, TNI AD Manunggal Air Bersih (TMAB) lima titik, percepatan penurunan stunting, pembersihan lingkungan fasilitas umum dan fasilitas sosial, ketahanan pangan serta penanaman pohon melalui program TNI AD Bersatu dengan Alam.
Berbagai program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Brigjen TNI Jamaluddin Tekankan Kolaborasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Dalam sambutannya, Katim Wasev TMMD ke-129 Brigjen TNI Jamaluddin menegaskan bahwa TMMD merupakan program prioritas yang membutuhkan keterlibatan seluruh stakeholder.
Menurutnya, keberhasilan TMMD sangat ditentukan oleh kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, instansi vertikal, sektor swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta masyarakat.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan setiap kebijakan dan implementasi program berjalan efektif, terarah dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sinergi tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan strategis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.
Brigjen TNI Jamaluddin juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat, tetapi harus dilibatkan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan hasil pembangunan.
“Optimalisasi pelibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” jelasnya.
Ia menambahkan, partisipasi masyarakat akan menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap berbagai hasil pembangunan yang telah dikerjakan melalui TMMD.
Fokus Pemerataan Pembangunan di Wilayah Pedesaan
Pelaksanaan TMMD, kata Brigjen TNI Jamaluddin, juga merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan, daerah terpencil, tertinggal dan terisolir.
Kawasan seperti itu kerap menghadapi keterbatasan infrastruktur, layanan dasar maupun akses ekonomi. Karena itu, intervensi pembangunan harus dilakukan secara terarah dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata masyarakat.
Program fisik dan nonfisik dalam TMMD dirancang agar saling melengkapi. Infrastruktur dibangun untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sementara kegiatan nonfisik diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut, antara lain TNI Manunggal Air, percepatan penurunan stunting, TNI AD Bersatu dengan Alam, rehabilitasi RTLH dan MCK serta pembersihan lingkungan.
Brigjen TNI Jamaluddin juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelaksanaan program sehingga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah dan TNI semakin kuat.
“Kepercayaan publik perlu terus ditingkatkan melalui hasil kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Rawat Hasil TMMD
Salah satu pesan utama dalam kunjungan Wasev tersebut adalah pentingnya pemeliharaan terhadap seluruh hasil pembangunan.
Brigjen TNI Jamaluddin mengajak masyarakat Desa Sekardadi untuk bersama-sama merawat fasilitas yang telah dibangun sehingga memiliki masa manfaat yang panjang.
Menurutnya, infrastruktur yang telah dibangun merupakan aset bersama. Karena itu, diperlukan kepedulian dan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat agar fasilitas tersebut tetap berfungsi optimal.
“Dengan menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan secara bijak, kita tidak hanya mempertahankan kualitasnya, tetapi juga memastikan keberlanjutan manfaatnya bagi generasi berikutnya,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangli, instansi vertikal, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh komponen masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan TMMD.
Tinjau Posyandu hingga Sasaran Fisik
Setelah rangkaian sambutan dan paparan, Katim Wasev bersama rombongan meninjau kegiatan Posyandu Balita. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pemberian paket nutrisi secara simbolis kepada sejumlah balita.
Rombongan kemudian meninjau sejumlah sasaran TMMD di lapangan, antara lain sasaran tambahan MCK, ketahanan pangan, pembangunan DPT dan rabat beton, revitalisasi air serta sasaran tambahan RTLH.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi untuk melihat secara langsung hasil pelaksanaan TMMD sekaligus memastikan pembangunan memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan siang di Restoran Grand Puncak Sari.
Sekitar pukul 14.00 WITA, rombongan meninggalkan restoran dan melanjutkan perjalanan menuju Desa Wisata Penglipuran.
Setibanya di Desa Wisata Penglipuran sekitar pukul 14.28 WITA, rombongan disambut Danramil 1626/Bangli. Setelah melaksanakan foto bersama, rombongan kemudian menuju Rumah Adat 22A.
Pada pukul 15.17 WITA, Katim Wasev TMMD beserta rombongan meninggalkan Desa Wisata Penglipuran untuk selanjutnya menuju Denpasar.
Pelaksanaan kunjungan Wasev TMMD ke-129 Kodim 1626/Bangli di Desa Sekardadi secara keseluruhan berlangsung aman dan lancar.
Dengan selesainya berbagai sasaran fisik dan nonfisik, TMMD ke-129 diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan akses ekonomi masyarakat, memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bangli. (Sukadana)














