DENPASAR | Nusantara Jaya News — Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengambil langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui gerakan penanaman bawang putih secara masif di sejumlah wilayah hukum Polres jajaran.
Kegiatan penanaman tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. dan dihadiri Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali pada 19 Agustus 2026.
Program penanaman bawang putih ini dilaksanakan secara serentak dan tersebar di enam wilayah hukum Polres di bawah naungan Polda Bali. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk ikut memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produksi komoditas strategis di tingkat daerah.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan bawang putih dari luar negeri.
Produksi bawang putih dalam negeri disebut masih berada di kisaran 39–40 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun.
Dengan kondisi tersebut, sebagian besar kebutuhan bawang putih nasional masih harus dipenuhi melalui impor, yang selama ini mayoritas berasal dari China.
Polda Bali menilai kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Karena itu, kepolisian melalui jajaran Bhabinkamtibmas dan Satgas Ketahanan Pangan turut mengambil peran dalam mengawal pelaksanaan program penanaman bawang putih di lapangan.
Keterlibatan Polri tidak hanya sebatas kegiatan seremonial penanaman, tetapi juga diarahkan untuk membangun sinergi dengan petani, kelompok tani, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, program penanaman bawang putih tersebut memanfaatkan lahan masyarakat dengan total luas mencapai 0,71 hektare atau sekitar 7.100 meter persegi.
Sebanyak 92 petani dari berbagai kelompok tani dilibatkan dalam program tersebut. Sementara bibit bawang putih yang digunakan mencapai 710 kilogram jenis Sanggah Sembalun.
Menariknya, seluruh kebutuhan bibit dalam program tersebut diperoleh melalui swadaya masyarakat, sehingga kegiatan ini sekaligus menunjukkan adanya partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.
Dari total lahan yang ditanami, Polri memproyeksikan potensi hasil panen mencapai sekitar 7,1 ton atau 7.100 kilogram bawang putih.
Angka tersebut diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata dalam meningkatkan produksi bawang putih lokal, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian para petani.
Tersebar di Enam Wilayah Hukum Polres
Program penanaman bawang putih ini dilaksanakan di enam wilayah hukum Polres jajaran Polda Bali. Salah satunya berada di wilayah Polres Gianyar, yang dikelola oleh Kelompok Tani (KT) Subak Kumba.
Di wilayah tersebut, program melibatkan 35 orang petani dengan luas lahan mencapai 30 are. Adapun bibit bawang putih jenis Sanggah Sembalun yang digunakan mencapai 300 kilogram.
Penanaman di masing-masing wilayah disesuaikan dengan kondisi lahan dan kemampuan kelompok tani. Dengan pola tersebut, program diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata, namun dapat berlanjut hingga masa pemeliharaan dan panen.
Polda Bali juga mendorong agar seluruh unsur yang terlibat melakukan pendampingan secara berkelanjutan sehingga produktivitas lahan dapat optimal.
Polri Dukung Percepatan Swasembada Pangan
Keterlibatan Polri dalam sektor pertanian menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Melalui Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kepolisian memiliki posisi strategis untuk membantu membangun komunikasi antara petani, kelompok tani dan pemerintah.
Selain memberikan pendampingan, keberadaan Satgas Ketahanan Pangan diharapkan dapat membantu memastikan program berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kapolda Bali bersama jajaran pun menunjukkan bahwa persoalan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
Program penanaman bawang putih tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan produksi komoditas lokal di Bali sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kemandirian pangan.
Jika produksi dalam negeri terus ditingkatkan, ketergantungan terhadap impor diharapkan secara bertahap dapat ditekan.
Bagi para petani, program tersebut juga membuka peluang untuk meningkatkan pemanfaatan lahan sekaligus memperoleh nilai ekonomi dari komoditas pertanian yang memiliki kebutuhan pasar cukup besar.
Dengan sinergi antara Polda Bali, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah daerah, kelompok tani dan masyarakat, gerakan penanaman bawang putih diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap target besar pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Polda Bali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan petani.(Red)














