Tabanan – Nusantarajayanews.id | Parade Gebogan yang digelar selama kurang lebih 1,5 bulan di DTW Ulun Danu Beratan dan kawasan The Blooms Garden Bedugul resmi ditutup, minggu (9/8/2026). Kegiatan pelestarian budaya ini terbukti berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.
Manajer Operasional, I Made Sukarata, mengatakan selama periode pelaksanaan pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian acara, baik acara utama maupun pendukung.
“Adanya acara kita di bulan ini yang sudah berlangsung kurang lebih 1 bulan setengah tentunya kita, khususnya dari manajemen melakukan evaluasi-evaluasi terkait pelaksanaan baik di bagian utamanya maupun pelengkapnya,” ujar I Made Sukarata saat ditemui di Bedugul.
Menurutnya, evaluasi dilakukan mulai dari kriteria tampilan gebogan hingga keterlibatan desa adat. Tujuannya agar ke depan budaya Bali yang ditampilkan bisa lebih baik lagi.
I Made Sukarata menyebut parade gebogan sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan. Banyak wisatawan, khususnya travel agent dan tamu reguler, yang menanyakan terlebih dahulu jadwal parade sebelum datang.
“Untuk pengaruh kunjungan itu sangat berpengaruh sekali. Dengan 1 bulan setengah ini kita melakukan kegiatan ini tentunya dari tamu-tamu khususnya travel agent maupun tamu yang reguler yang datang ke Ulun Danu itu dengan antusiasnya sebelum datang ke Ulun Danu, dia memastikan dulu apakah parade kebogaan itu akan dilaksanakan hari ini atau tidak,” jelasnya.
Ia merinci, selama periode kegiatan berlangsung terjadi peningkatan kunjungan sebesar 12% di DTW Ulun Danu Beratan. Sementara di The Blooms Garden peningkatannya mencapai 60% karena banyak wisatawan lokal yang ingin menikmati permainan sekaligus budaya yang ditampilkan.
“Kalau kunjungannya selama di bulan ini, kurang lebih peningkatan di 12% untuk di Ulun Danu Beratan, untuk di The Blooms 60% karena wisatawan lokalnya banyak juga yang satu sisi ingin menikmati permainan, juga ingin menikmati budayanya yang ditunjukkan di The Blooms,” tambahnya.
Dari hasil evaluasi dan masukan travel agent, pihaknya kini sudah mulai menerapkan wisata interaktif. Wisatawan kini dapat mencoba langsung merangkai gebogan.
“Bagaimana wisatawan bisa bersentuhan langsung atau merangkai gebogaan langsung itu pun kita lakukan, sudah mulai dilakukan dari kemarin. Sangat luar biasa tamu-tamu yang datang ke Ulun Danu dan The Blooms artinya di sana dia dapat menikmati merangkai gebogaan dan juga menjunjung gebogaan itu sendiri,” katanya.
Untuk ke depan, I Made Sukarata berharap kunjungan ke Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden terus meningkat. Pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan travel agent dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Yogyakarta untuk memasukkan kedua destinasi tersebut dalam paket wisata.
“Ya betul, karena kita bekerjasama dengan travel agents khususnya Jawa Tengah, Jawa Barat, Jogja, semuanya kita kerjasama. Sebelum ada event ini kita salurkan informasi kepada mereka bahwa kita akan melaksanakan ini tentunya dia juga bisa membuat tour khususnya ke Ulun Danu dan The Blooms,” tutupnya.
Dalam Penutupan juga diumumkan pemenang gebogan dan Beleganjur. Untuk juara pertama gebogan diraih oleh desa adat Batusesa dan untuk Juara Beleganjur diraih oleh desa adat candikuning. (tik)














