SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) APSI Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar di Graha Utama BBPMP Jawa Timur, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 427 pengawas sekolah jenjang TK, SD, SMP, SMA hingga SMK se-Jawa Timur. Rakorda menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan peran strategis pengawas sekolah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur.
Dalam forum tersebut, para pengawas didorong untuk tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan secara administratif, tetapi juga tampil sebagai penggerak perubahan di satuan pendidikan. Peran pengawas diharapkan semakin berdampak terhadap kualitas pembelajaran, kepemimpinan sekolah, serta perkembangan peserta didik.
Salah satu agenda utama yang diperkuat dalam Rakorda tersebut adalah Gerakan Jawa Timur, 90 Hari Pengawas Sekolah Naik Kelas.
Gerakan ini dirancang untuk mendorong pengawas sekolah mengambil langkah yang lebih terarah dengan memilih satu prioritas perubahan yang dapat dikawal secara intensif selama 90 hari.
Sejumlah prioritas yang dapat dipilih meliputi peningkatan literasi dan numerasi, kualitas pembelajaran, budaya sekolah, kepemimpinan sekolah, link and match pada SMK, hingga penguatan kemandirian Sekolah Luar Biasa (SLB).
Pendekatan tersebut diharapkan membuat tugas pengawasan tidak berhenti pada kegiatan monitoring dan evaluasi, tetapi mampu menghasilkan perubahan konkret yang dapat dirasakan langsung oleh sekolah maupun peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, Gerakan 90 Hari Pengawas Sekolah Naik Kelas menggunakan sejumlah tahapan, yakni Diagnose, Design, Drive, Demonstrate, hingga Diffuse.
Tahap Diagnose menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi persoalan dan kebutuhan yang ada di sekolah. Setelah itu, pengawas bersama satuan pendidikan menyusun desain perubahan melalui tahap Design.
Selanjutnya, perubahan tersebut didorong dan dikawal melalui tahap Drive. Hasil dari proses tersebut kemudian diwujudkan dan ditunjukkan melalui tahap Demonstrate,
sebelum praktik baik yang telah terbukti efektif dapat diperluas melalui tahap Diffuse.
Melalui tahapan tersebut, setiap pengawas diharapkan memiliki fokus yang jelas serta mampu memastikan bahwa program yang dikawal menghasilkan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Penguatan peran pengawas sekolah dinilai menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Pengawas berada pada posisi strategis untuk membantu kepala sekolah dan tenaga pendidik dalam mengidentifikasi berbagai tantangan sekaligus menemukan solusi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.
Dengan demikian, pengawasan tidak lagi dipandang sebatas memastikan administrasi sekolah berjalan sesuai ketentuan. Lebih dari itu, pengawasan diarahkan untuk memastikan adanya perbaikan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan secara berkelanjutan.
Kehadiran ratusan pengawas dari berbagai jenjang dalam Rakorda APSI Jawa Timur Tahun 2026 juga menjadi kesempatan untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang semakin berkualitas.
Gerakan 90 Hari diharapkan mampu melahirkan berbagai praktik baik dari sekolah-sekolah di Jawa Timur. Setiap perubahan yang berhasil dilakukan di satu sekolah dapat menjadi pembelajaran bagi sekolah lainnya dan kemudian dikembangkan secara lebih luas.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan pendidikan Jawa Timur yang terus berkembang, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Melalui penguatan kapasitas pengawas, diharapkan sekolah tidak sekadar mampu mempertahankan kualitas yang sudah ada, tetapi terus melakukan inovasi dan peningkatan mutu.
Sebab, pengawasan bukan sekadar memastikan sekolah berjalan, tetapi memastikan setiap sekolah terus tumbuh dan setiap peserta didik mendapatkan pendidikan yang semakin baik.
Rakorda APSI Jawa Timur Tahun 2026 pun menjadi salah satu momentum untuk memperkuat sinergi antara pengawas sekolah, satuan pendidikan, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan perubahan yang berdampak bagi dunia pendidikan.
Jawa Timur terus mendorong pengawas sekolah untuk naik kelas, bergerak dari sekadar menjalankan fungsi pengawasan menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan sekolah menuju kualitas pendidikan yang lebih baik.(Red)















