banner 1000x130

Ahli Waris Wajib Bayar Rp 1,128 Milyar, Kasasi Di Tolak, Putusan Menguat

banner 2500x130 banner 1000x130

Medan |NusantaraJayaNews.id – Mahkamah Agung  Republik Indonesia akhirnya memberikan kepastian hukum dalam sengketa antara  Sehat Singarimbun dan Yuspita Singarimbun melawan para ahli waris almarhum Ir. Bintang Siahaan antara lain Ibu Betty Mutiara Br Silalahi, Perintis Samuel Siahaan, Rachel Y Siahaan, Yoshua L Siahaan dan Mahdalena H Siahaan.

Melalui Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1732 K/PDT 2026 tanggal 29 Juni  2026, Mahkamah Agung secara tegas MENOLAK permohonan kasasi yang diajukan Para Pemohon Kasasi.

banner 1000x130

Putusan tersebut sekaligus memperbaiki amar Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 749/PDT/2025 PT MDN tanggal 11 Desember 2025 yang sebelumnya menguatkan Putusan Pengadilan Negeri  Medan Nomor 317/Pdt.G/2025/PN Mdn tanggal 15 Oktober 2025 yangmenegaskan kewajiban para Tergugat yang merupakan ahli waris almarhum Ir. Bintang Siahaan untuk membayar kepada Para Penggugat sebesar: Rp1.128.900.000,00- kepada ibu Sehat Singarimbun dan Ibu  Yuspita Singarimbun.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dongan Nauli Siagian SH, MH yang didampingi oleh Haris Dermawan SH, MH, Bayu Subronto SH dan Satria Adiguna SH di kantor Pelita Konstitusi Medan, Senin, (31/8/2026).

“Kami menilai putusan tersebut merupakan momentum penting untuk menegaskan bahwa proses hukum tidak boleh dipermainkan dan putusan pengadilan tidak boleh hanya menjadi dokumen tanpa pelaksanaan,” ujar Dongan.

“Sudah tiga tingkatan peradilan yang dijalani, di Pengadilan Negeri Medan kami menang, di Pengadilan Tinggi Medan  putusan dikuatkan dan di Mahkamah Agung Kasasi di tolak, dengan demikian kami selaku Kuasa Hukum menghormati sepenuhnya putusan Mahkamah Agung RI,” ujar Dongan.

“Kepada seluruh pihak  yang mempunyai kepentingan, kami minta jangan  lagi ada  upaya untuk mengaburkan, menghindari, atau mengulur-ulur pelaksanaan putusan.” tegas Dongan.

Menurut Dongan N Siagian S.H., M.H., perjuangan memperoleh keadilan tidak berhenti ketika putusan dibacakan.

“Keadilan bukan hanya soal memenangkan perkara. Keadilan harus diwujudkan melalui pelaksanaan putusan. Kalau putusan yang  sudah berkekuatan hukum tetap tidak dilaksanakan, maka substansi dari kepastian hukum itu sendiri menjadi persoalan,” tegasnya lagi.

Karena tahapan pembuktian sudah selesai dan kasasi ditolak, maka ruang untuk memperdebatkan pokok perkara melalui kasasi telah berakhir, fokus utama berikutnya adalah pelaksanaan putusan.

“Kami tidak ingin perkara ini terus menjadi polemik. Kami hanya meminta satu hal: hormati putusan pengadilan dan laksanakankewajiban sebagaimana telah diputuskan,” ujar Haris Dermawan SH., MH.

Haris Dermawan SH,MH menambahkan, “Kami akan mengawal perkara ini sampai hak-hak klien kami benar-benar memperoleh kepastian dalam tahap pelaksanaan putusan,”

“Kami tidak akan berhenti pada kemenangan secara administratif di atas kertas. Kami akan mengawal prosesnya sampai putusan tersebut benar-benar memberikan akibat  hukum sebagaimana mestinya,” ucap Haris.

“Tidak ada gunanya perkara diperiksa bertahun-tahun, menghabiskan waktu,  tenaga dan biaya, kalau pada akhirnya putusan yang telah berkekuatan hukum tetap tidak dilaksanakan” tegas Haris.

“Kami memberikan ruang untuk pelaksanan putusan secara baik-baik.  Akan tetapi apa bila  kewajiban tersebut  tetap  tidak dilaksanakan, kami pasti akan menggunakan instrumen hukum yang tersedia. Kami percaya hukum memberikan jalan untuk memastikan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap benar-benar dilaksanakan,” pungkas Dongan Nauli Siagian, S.H., M.H.

(Lentini Krisna Prananta Sembiring Brahmana, S.E.)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130