banner 1000x130
Berita  

Comeback Setelah 4 Tahun Vakum, BIFW 2026 di The Nusa Dua Libatkan 31 Desainer dari 15 Negara

banner 2500x130 banner 1000x130

Badung – Nusantarajayanews. id | Ajang Bali International Fashion Week atau BIFW 2026 kembali hadir setelah sempat vakum selama empat tahun. Pada edisi kedua ini, panitia mencatat keikutsertaan lebih dari 100 model dan 31 desainer yang berasal dari 15 negara.

Event fesyen internasional tersebut berlangsung pada 24 hingga 26 September 2026 di Museum Pasifika, kawasan The Nusa Dua yang dikelola ITDC, Bali. Sebelum rangkaian utama, fashion show pembuka digelar pada Rabu kemarin di kawasan Waterblow, Peninsula Island, The Nusa Dua, Badung.

banner 1000x130

Direktur Kreatif BIFW 2026, Lenny Hartono, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dibuat lebih meriah dengan jumlah peserta yang meningkat dibanding edisi pertama tahun 2022.

“Tahun ini adalah edisi kedua, yang mana tahun ini kami adakan jauh lebih meriah dan juga partisipannya lebih banyak,” kata Lenny, Rabu 23 September 2026.

Ia menjelaskan, total ada 31 desainer dan lebih dari 100 model dari 15 negara yang terlibat. Daftar negara peserta meliputi Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, India, Dubai, Yunani, Rusia, Kazakhstan, Armenia, Lituania, Italia, Meksiko, Australia, dan Prancis.

Menurut Lenny, kehadiran peserta mancanegara menjadi pembeda utama BIFW tahun ini dibanding sebelumnya.

“Jadi kami di sini ada kepesertaan dari 15 negara dari desainer dan juga dari model, yang mana tahun sebelumnya tidak ada. Dan juga tahun ini kami melihat antusiasnya jauh lebih bagus,” ujarnya.

BIFW 2026 mengangkat tema Where Culture Meets Haute Couture. Tema ini dimaknai sebagai ruang bertemunya warisan budaya Nusantara dengan perkembangan fesyen kontemporer dunia.

Lenny menyebut tema tersebut akan tercermin pada karya para desainer yang menampilkan identitas budaya masing-masing dalam balutan busana haute couture.

“Jadi masing-masing dari budaya kayak Kazakhstan, dia akan membawa baju yang bernuansa Kazakhstan, seperti juga Rusia dengan ciri khasnya mereka sendiri. Jadi masing-masing membawa budayanya tapi dalam bentuk fashion,” jelasnya.

Rangkaian BIFW 2026 diawali dengan fashion show di kawasan Waterblow, The Nusa Dua, sebelum berlanjut di Museum Pasifika. Pada sesi di Waterblow, karya tujuh desainer ditampilkan dengan latar belakang laut lepas.

Vice President Commercial and Relation The Nusa Dua, Made Purnama Damayanti, mengatakan fashion show di Waterblow menjadi yang pertama kali digelar di lokasi tersebut.

“Kalau untuk venue fashion show memang pertama kali,” katanya.

Ia menilai lokasi Waterblow memberikan pengalaman berbeda bagi penonton karena dapat menikmati karya desainer sambil menyaksikan pemandangan laut.

“Kami dari pengelola kawasan tentunya sangat mendukung dan kami memang sudah menyiapkan event dari Bali International Fashion Week ini dari awal, baik itu dari keamanannya, kenyamanannya, kebersihan arealnya, dan termasuk sarana prasarana yang mendukung program ini,” tambahnya.

Lenny berharap BIFW dapat menjadi panggung berkelanjutan bagi industri fesyen di Bali, khususnya bagi desainer dan pengrajin lokal agar bisa terhubung dengan jaringan fesyen internasional.

“Saya berharap acara ini memberikan panggung yang lebih luas bagi para perancang busana dan pengrajin lokal, membangun hubungan yang bermakna dengan komunitas fesyen internasional, serta menginspirasi para kreator muda untuk percaya bahwa karya mereka dapat melangkah jauh melampaui pulau kita,” harapnya.(tik)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130