DENPASAR – Kepala Kepolisian Daerah Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan integritas, karakter, keteladanan dan semangat melayani masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kapolda Bali saat menjadi keynote speaker dalam pembukaan Kingdom Leadership Conference yang digelar di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Lembah Pujian, Jalan Antasura, Denpasar, Selasa (1/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Bali hadir bersama Kabid Propam Polda Bali Kombes Pol Alfonso Doly Gelbert Sinaga, S.I.K., serta Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H.
Di hadapan para peserta konferensi dan tokoh gereja, Kapolda Bali menyampaikan apresiasi kepada Gereja Bethel Indonesia Bali yang telah menyelenggarakan kegiatan yang mengangkat tema kepemimpinan tersebut.
Menurutnya, pembahasan mengenai kepemimpinan menjadi semakin relevan di tengah perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat. Seorang pemimpin dituntut tidak hanya memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dan mengarahkan orang lain, tetapi juga mempunyai karakter kuat serta mampu memberikan keteladanan.
Kapolda Bali menegaskan bahwa kepemimpinan tidak boleh hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan kewenangan atau memberikan arahan kepada orang lain.
Lebih dari itu, seorang pemimpin harus mampu menempatkan dirinya sebagai teladan dan pelayan bagi masyarakat.
“Pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan untuk mengarahkan orang lain, tetapi harus mampu menjadi teladan, melayani, membangun persatuan, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat,” kata Kapolda Bali.
Menurutnya, kekuasaan dan kewenangan pada hakikatnya merupakan amanah yang harus digunakan untuk kepentingan bersama.
Seorang pemimpin yang memiliki integritas akan mampu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya, termasuk ketika menghadapi berbagai tekanan, tantangan maupun kepentingan yang berbeda.
Karena itu, kepemimpinan yang baik tidak semata-mata diukur dari seberapa besar kewenangan yang dimiliki seseorang, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada lingkungan dan masyarakat yang dipimpinnya.
Dalam paparannya, Kapolda Bali juga menyoroti tantangan kepemimpinan di era perubahan yang semakin dinamis. Menurutnya, kompetensi saja tidak cukup untuk menjadi seorang pemimpin. Kemampuan teknis dan intelektual harus berjalan beriringan dengan integritas, karakter serta nilai-nilai moral.
“Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat dalam kompetensi, tetapi juga kokoh dalam integritas, karakter, dan nilai-nilai moral,” tegasnya.
Kapolda menilai integritas menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang dipercaya. Tanpa integritas, kemampuan seorang pemimpin berpotensi kehilangan makna karena keputusan dan kebijakan yang diambil tidak lagi berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sebaliknya, pemimpin yang memiliki karakter dan integritas kuat akan mampu menjadi contoh bagi orang-orang di sekitarnya.
Kepemimpinan untuk Memperkuat Persatuan
Selain integritas, Kapolda Bali menekankan pentingnya peran pemimpin dalam menjaga persatuan.
Di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang, pandangan dan kepentingan yang beragam, pemimpin dituntut mampu menjadi perekat serta membangun komunikasi yang sehat.
Pemimpin tidak seharusnya memperbesar perbedaan, melainkan mencari titik temu dan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan.
Menurut Kapolda, kemampuan membangun persatuan merupakan bagian penting dari kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Pemimpin harus mampu mendengarkan, memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, kemudian mengambil langkah yang tepat untuk memberikan solusi.
Kepemimpinan Bukan Sekadar Berkuasa
Pesan yang disampaikan Kapolda Bali dalam forum tersebut pada intinya menempatkan kepemimpinan sebagai sebuah tanggung jawab dan pengabdian.
Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki posisi atau kewenangan. Kepemimpinan harus diwujudkan melalui keberanian untuk mengambil keputusan yang benar, keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, serta kesediaan untuk melayani.
Semangat tersebut dinilai relevan tidak hanya dalam lingkungan pemerintahan dan kepolisian, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat, organisasi, keluarga maupun komunitas keagamaan.
Kehadiran Kapolda Bali dalam Kingdom Leadership Conference juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan hubungan baik antara kepolisian dengan berbagai elemen masyarakat.
Melalui dialog dan komunikasi yang terbuka, diharapkan nilai-nilai kepemimpinan yang berintegritas dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial.
Kapolda Bali berharap para peserta konferensi dapat menjadikan kepemimpinan bukan sebagai sarana untuk mendapatkan kekuasaan semata, melainkan sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat, menjaga persatuan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Inti pesannya jelas: seorang pemimpin bukan hanya dituntut mampu memimpin, tetapi juga harus berani bertanggung jawab, menjadi teladan dan melayani.
(Red)















