SURABAYA – Harapan untuk kembali berjalan perlahan tumbuh dalam diri Rara Raisa Fahimatus Zaro. Perempuan asal Surabaya itu sebelumnya mengalami kecelakaan tragis saat melintas di perlintasan kereta api kawasan Gubeng, Surabaya.
Saat itu, Rara bersama anaknya tersambar kereta api. Sang ibu mengalami luka parah, sementara anaknya mengalami syok berat akibat kejadian tersebut. Kondisi itu membuat kedua kaki Rara harus menjalani operasi hingga akhirnya ia tidak bisa berjalan seperti sebelumnya.
Rara sebenarnya sempat mendapatkan bantuan kaki palsu. Namun, alat tersebut tidak nyaman digunakan karena ukurannya kurang sesuai. Kondisi itu membuatnya kesulitan beraktivitas.
Hampir dua tahun berlalu, harapan baru datang. YBM PLN UIP JBTB menyalurkan bantuan satu pasang kaki palsu kepada Rara pada 19 Agustus 2026. Bantuan senilai Rp9 juta tersebut diharapkan dapat membantu Rara kembali beraktivitas dan menjalani kehidupan dengan lebih mandiri.
Bagi Rara, bantuan tersebut bukan sekadar alat bantu berjalan. Lebih dari itu, kaki palsu menjadi bagian dari harapan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
“Terima kasih sudah memberi harapan saya untuk bisa berjalan, bisa beraktivitas, dan bahkan kelak bisa bekerja. Semoga YBM PLN terus jaya dan istiqomah menjejak manfaat,” ujar Rara dengan haru.
Pada bulan yang sama, kepedulian YBM PLN UIP JBTB juga diberikan kepada Sudamaji, warga Sidoarjo yang harus kehilangan salah satu kakinya akibat amputasi karena penyakit diabetes.
Kondisi tersebut membuat Sudamaji harus beradaptasi dengan keterbatasan fisik. Di tengah kondisi tersebut, ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya dan menjalani kehidupan dengan penuh semangat.
YBM PLN UIP JBTB kemudian menyalurkan bantuan kaki palsu kepada Sudamaji. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung mobilitas sekaligus membuka kembali ruang bagi Sudamaji untuk lebih aktif dalam menjalankan aktivitas dan berjuang menghidupi keluarganya.
Sudamaji menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. Menurutnya, kaki palsu tersebut memberikan dorongan baru untuk kembali beraktivitas dan tidak menyerah dengan kondisi yang dihadapi.
“Saya sangat berterima kasih atas bantuan dari YBM PLN. Bagi saya, kaki palsu ini bukan hanya alat untuk berjalan, tetapi juga memberikan semangat dan harapan untuk kembali beraktivitas serta terus berjuang untuk keluarga,” tutur Sudamaji.
Bantuan kaki palsu kepada Rara dan Sudamaji menjadi bagian dari komitmen YBM PLN UIP JBTB dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui bantuan tersebut, YBM PLN tidak hanya memberikan dukungan secara materi, tetapi juga berupaya mengembalikan kepercayaan diri dan kemandirian penerima manfaat.
Harapannya, bantuan kaki palsu tersebut dapat menjadi langkah awal bagi Rara dan Sudamaji untuk kembali bergerak, berkarya, serta menjalani kehidupan dengan lebih mandiri.
YBM PLN UIP JBTB terus berupaya menjejakkan manfaat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, sehingga bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemberian semata, tetapi mampu menghadirkan harapan dan perubahan nyata bagi penerima manfaat.(Red)















