JAKARTA – APMPEMUS demontrasi damai di kantor DANANTARA, Jl Gatot Subroto Jakarta Selatan, Selasa 6 Oktober 2026, pukul 14.25 WIB.
Awalnya berjalan damai, tapi terus dihalangi untuk tidak demontrasi di depan pintu masuk Kantor DANANTARA, lalu massa aksi bergeser demontrasi di pintu keluar kembali lagi dihalangi oleh pihak pengamanan, dengan alasan karena ada presiden yang lagi rapat di dalam.
APMPEMUS juga membawa sepanduk tuntutan terkait dugaan permasalahan Dirut PTPN IV Jatmiko untuk segera di copot dari jabatannya.
Demontrasi APMPEMUS tersebut telah membawa 42 dugaan permasalahan dan dugaan KKN agar CEO DANANTARA mendengarkan suara rakyat.
Faidul Anwar kordinator lapangan dalam orasinya menyampaikan, kita demo hari ini sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Indonesia, agar PTPN yang berada dibawah kordinasi DANANTARA bisa terus maju dan mendapatkan untung lebih besar lagi.
“Kita minta CEO DANANTARA segera panggil, periksa dan copot Dirut PTPN IV Palmco Jatmiko Krisna Santosa dari jabatannya, karena kami duga ia dalang KKN dilingkungan PTPN IV,” harapnya.
Iqbal Ketua APMPEMUS mengaku, saat demo sempat diancam mau dibunuh, ini adalah bentuk pembungkaman demokrasi, negara gak boleh diam.
“Tolong kami Presiden Prabowo jangan kami dihalangi demo oleh pihak pengamanan, kami ini rakyat. Kami adalah orang yang cinta Indonesia dan cinta PTPN IV, dengarkan suara rakyat ini, tolong presiden Prabowo untuk segera memecat Jatmiko dari Dirut PTPN IV,” cetusnya.
Sementara itu Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Selatan menyampaikan, kita minta tolong selama ada Presiden kita jaga, karena Presiden lagi rapat di dalam, tolong dihormati, setelah Presiden balik silahkan. (Fi)













