Surabaya – KPIR. Sebuah bendera kecil dikibarkan diantara ribuan bendera sebagai penanda bahwa kami masih berpikir dan memberdayakan diri.
Kesatuan Pecinta Indonesia Raya memilih hari kelahiran Doa Bangsa yaitu awal lagu lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 Stanza dikumandangkan pada 28 Oktober 1928, sebagai titik pijak gerakan.
Pada 98 tahun kelahirannya, KPIR menggelar *Ruwatan Indonesia Raya* di Makam Pahlawan Nasional, WR Soepratman, jl Kenjeran, Surabaya, Rabu, 28 Oktober 2026, sore hingga malam.
KPIR bekerja bersama komunitas Surabaya Digital City (SDC), Komunitas Surabaya Juang, Komunitas Sinematografi Rekamaya beserta puluhan media partner.
Ruwatan Indonesia Raya diwarnai dengan pergelaran Wayang Ruwat oleh Mpu Toro, Doa Tulak Balak oleh Mpu Ngatinah serta Gen Z menyanyikan Lagu-lagu Nasional. Acara ini dikemas bernuansa sakral.
Bagaimana KPIR membeayai Ruwatan ini?
Terus terang kami membuka *Tombang*, open donasi berupa *Buwuh Even* senilai Rp 100 ribu yang disampaikan kepada semua teman² Fesbuk atau WhatsApp sebagai bentuk Gotong Royong.
Kami tidak menyebar proposal untuk minta bantuan kepada instansi pemerintah. Nawaitu KPIR adalah membuat acara rakyat: Dari Rakyat, Oleh Rakyat untuk Indonesia Raya.
Jadi jangan kaget jika ada inbox berisi surat permohonan dari KPIR untuk mengharap bantuan menggelar acara untuk Indonesia Raya.
*Rokimdakas*
Ketua Pelaksana
5 Oktober 2026.













