Surabaya |Nusantara Jaya News — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor pendidikan melalui penyelenggaraan Ajang Talenta Murid Berprestasi Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung meriah di Airlangga Convention Center Surabaya pada Sabtu (4/4/2026) ini secara resmi dibuka oleh Khofifah Indar Parawansa.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari strategi besar untuk membangun ekosistem pendidikan berbasis prestasi di Jawa Timur. Ribuan murid terbaik dari berbagai daerah disiapkan untuk berlaga dan membawa nama harum daerah di tingkat nasional hingga internasional.
“Ajang ini menjadi wadah penting untuk mengasah potensi, karakter, dan daya saing murid Jawa Timur agar mampu bersaing di kancah global,” ujar Khofifah.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai. Momentum pembukaan ajang ini juga dimanfaatkan untuk menyalurkan berbagai bentuk bantuan sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Salah satu bantuan yang diserahkan adalah dana rehabilitasi atap ruang kelas di SMKN 1 Ampelgading, Kabupaten Malang, senilai Rp100 juta. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar bagi para siswa.
Tidak hanya itu, Pemprov Jatim juga menyalurkan program Bedah Rumah kepada 38 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hebat Jawa Timur. Program ini menjadi bentuk perhatian terhadap kesejahteraan para pendidik yang selama ini berperan besar dalam mencetak generasi unggul.
Selain itu, dukungan biaya pendidikan juga diberikan kepada murid berprestasi yang berasal dari keluarga prasejahtera. Langkah ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah dalam memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Khofifah menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang capaian prestasi semata, tetapi juga menyangkut keberlanjutan dan keadilan. Oleh karena itu, perhatian terhadap sarana prasarana, kesejahteraan tenaga pendidik, serta akses pendidikan menjadi prioritas utama.
“Dengan dukungan yang berkelanjutan dan kolaborasi semua pihak, kita optimistis Jawa Timur mampu mencetak generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter,” tegasnya.
Ajang Talenta Murid Berprestasi Jawa Timur 2026 sendiri menargetkan capaian Juara Umum dalam berbagai kompetisi nasional bergengsi, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), hingga Lomba Debat Indonesia (LDI).
Melalui ajang ini, Jawa Timur tidak hanya berfokus pada prestasi akademik dan non-akademik, tetapi juga membangun generasi yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.
Semangat sinergi dan kepedulian yang terus dijaga menjadi fondasi kuat bagi Jawa Timur untuk melangkah menuju masa depan pendidikan yang lebih inklusif, kompetitif, dan penuh harapan. (Red)

















