Medan |NusantaraJayaNews – Semangat membangun dan memperjuangkan kemajuan ekonomi kreatif Indonesia terus digaungkan oleh para pelaku kreatif di berbagai daerah. Hal itu terlihat dalam kegiatan talk show bertajuk “Kreativitas, Pengalaman & Hukum Kunci Emas Ekonomi Kreatif Indonesia” yang digelar Gekrafs Kampus USU pada Kamis (7/5/2026) pukul 16.00 WIB di RSP Coffee, Jalan Perpustakaan Nomor 1, Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat diskusi tersebut dihadiri oleh komunitas kreatif, mahasiswa, pelaku UMKM, serta pengurus Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Acara ini menjadi ruang berbagi pengalaman, bertukar gagasan, sekaligus menyerap aspirasi para pelaku ekonomi kreatif yang selama ini terus berkembang di tengah tantangan zaman digital.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPC Gekrafs Karo, Amsal Sitepu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perjalanan “121 Hari Jelajah Nusantara” yang tengah dilakukan bersama rekan-rekan Gekrafs untuk menyerap berbagai persoalan dan potensi ekonomi kreatif di daerah.
Menurut Amsal yang merupakan lulusan dari Universitas Quality dengan gelar Manajemen tersebut, sebelum tiba di Kota Medan, rombongan terlebih dahulu telah menyelesaikan perjalanan dari Provinsi Aceh dan berdialog langsung dengan banyak pelaku ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
“Ini adalah salah satu kegiatan dalam perjalanan 121 Hari Jelajah Nusantara. Kemarin kami baru menyelesaikan perjalanan dari Provinsi Aceh dan sekarang melanjutkan agenda di Sumatera Utara,” ujar Amsal Sitepu.
Ia menjelaskan, perjalanan tersebut bukan sekedar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat kreatif di Indonesia. Melalui perjalanan lintas daerah itu, pihaknya ingin mendengar langsung aspirasi para pelaku ekonomi kreatif mulai dari persoalan pengembangan usaha, regulasi, perlindungan hukum, hingga dukungan pemerintah terhadap sektor kreatif.
“Perjalanan ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus pengabdian kami untuk perjuangan yang lebih luas bagi ekonomi kreatif Indonesia. Kami ingin mendengar langsung suara para pelaku kreatif di daerah-daerah,” katanya.
Amsal yang diketahui memiliki beberapa bisnis kuliner dan gaya hidup, termasuk Ibabibabiuap, Sateku Berastagi dan Siang Coffee tersebut menambahkan, kegiatan talk show di Medan ini juga terlaksana berkat kolaborasi bersama Gekrafs Kampus Sumut yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan kreativitas generasi muda, khususnya di lingkungan mahasiswa.
“Ia kebetulan teman-teman Pengurus Gekrafs Kampus USU mengadakan kegiatan talk show ini. Kami hadir untuk saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan mendengar berbagai masukan. Kegiatan seperti ini juga kami lakukan di daerah-daerah lain selama perjalanan,” ucapnya.
Menurutnya, seluruh masukan dan aspirasi yang diterima selama perjalanan akan dirangkum secara khusus untuk kemudian diteruskan kepada pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah pusat dan stakeholder yang memiliki kewenangan dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.
“Aspirasi yang kami tampung akan kami bawa dan teruskan kepada pihak terkait. Seperti di Provinsi Aceh kemarin, setelah selesai satu provinsi kami langsung merangkum seluruh masukan yang ada. Hal yang sama juga akan kami lakukan di Sumatera Utara,” jelasnya.
Ia berharap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para pelaku ekonomi kreatif, mulai dari akses permodalan, perlindungan karya, penguatan SDM, hingga regulasi usaha kreatif dapat menjadi perhatian serius pemerintah.
Lebih lanjut, Amsal yang diketahui menjabat sebagai Direktur di Promiseland Pictures juga mengungkapkan bahwa gerakan yang mereka lakukan mendapat sambutan dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan dan ekonomi kreatif.
B
juga mengungkapkan bahwa gerakan yang mereka lakukan mendapat sambutan dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan dan ekonomi kreatif.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, kami mendapat banyak apresiasi. Kami juga menjalin komunikasi dengan berbagai pihak yang mendukung perjuangan ekonomi kreatif ini,” katanya.
Selain itu, komunikasi intensif juga terus dilakukan bersama jajaran pengurus pusat Gekrafs guna memastikan seluruh aspirasi yang diperoleh dari daerah dapat diperjuangkan secara berkelanjutan di tingkat nasional.
“Kami juga terus berkomunikasi dengan Ketua Umum Gekrafs, Mas Wahendra. Hampir setiap hari kami berkomunikasi terkait perjalanan ini dan berbagai aspirasi yang kami tampung selama di lapangan,” ujar Amsal.
Menurutnya, ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu sektor penting yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru, terutama bagi generasi muda. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi kuat antara komunitas kreatif, dunia pendidikan, pemerintah, hingga sektor swasta agar perkembangan ekonomi kreatif Indonesia semakin maju dan berdaya saing.
Talk show tersebut berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi mengenai kreativitas anak muda, pengalaman membangun komunitas kreatif, pentingnya perlindungan hukum terhadap karya, hingga peluang besar industri kreatif di era digital.
Para peserta yang hadir juga menyampaikan berbagai pandangan dan harapan agar ekonomi kreatif tidak hanya berkembang di kota besar, tetapi juga mampu menjangkau daerah-daerah dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara luas.
Melalui kegiatan ini, Gekrafs berharap semangat kolaborasi, kreativitas, dan perjuangan aspirasi pelaku ekonomi kreatif dapat terus tumbuh demi mewujudkan ekonomi kreatif Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
(Krisna)













