Dairi |Nusantara Jaya News — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-51 Tingkat Kabupaten Dairi Tahun 2026.
Ahsan Abdul Aziz Bintang, utusan Kecamatan Parbuluan, berhasil meraih Juara I Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) melalui karya ilmiah bertajuk “Etika Lingkungan Berbasis Iman: Mendorong Pertambangan Berkelanjutan Dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Pada DPM/Dairi Prima Mineral di Kabupaten Dairi)”.
Atas prestasi tersebut, Ahsan dijadwalkan akan mewakili Kabupaten Dairi pada ajang MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Utara yang akan digelar pada bulan Juni mendatang.
Karya ilmiah yang disusun Ahsan mendapat perhatian karena mengangkat isu yang sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Dairi, yakni mengenai keberadaan sektor pertambangan, khususnya Dairi Prima Mineral (DPM), dan pentingnya pengelolaan lingkungan yang tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.
Dalam tulisannya, Ahsan mengkaji bagaimana aktivitas pertambangan dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Ia menyoroti bahwa keberadaan DPM sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah perlu dipandang secara seimbang, yakni antara manfaat ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta tanggung jawab menjaga kelestarian alam.
Ahsan menjelaskan bahwa alasan dirinya mengangkat tema tersebut karena melihat isu pertambangan di Kabupaten Dairi merupakan pembahasan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan memiliki dampak jangka panjang terhadap lingkungan serta pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan DPM (Dairi Prima Mineral) menjadi kajian menarik untuk dikaji dalam perspektif Al-Qur’an, terutama tentang bagaimana manusia sebagai khalifah di muka bumi diperintahkan menjaga keseimbangan alam.
Ia menilai Al-Qur’an mengajarkan bahwa pemanfaatan sumber daya alam diperbolehkan selama tidak menimbulkan kerusakan (fasad fil ardh) dan tetap memperhatikan prinsip keseimbangan (mizan). Oleh karena itu, konsep pertambangan berkelanjutan menjadi penting agar aktivitas industri dapat berjalan berdampingan dengan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Ketua BKPRMI Kabupaten Dairi, Fahri Sitanggang, turut menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Ahsan. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena Ahsan juga merupakan kader BKPRMI Kabupaten Dairi yang mampu menunjukkan kualitas intelektual generasi muda Islam.
> “Kami mengapresiasi dan merasa bangga atas prestasi ananda Ahsan Abdul Aziz Bintang yang berhasil meraih Juara I KTIQ tingkat Kabupaten Dairi. Ini menjadi kebanggaan bagi BKPRMI karena beliau juga merupakan kader BKPRMI Kabupaten Dairi yang mampu menghadirkan karya ilmiah yang aktual, kritis, dan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Fahri Sitanggang.
Fahri berharap langkah Ahsan menuju tingkat provinsi nantinya dapat membawa hasil terbaik sekaligus keberkahan bagi Kabupaten Dairi.
> “Semoga perjalanan ini membawa keberkahan, kemudahan, dan prestasi terbaik untuk Kabupaten Dairi di tingkat Provinsi Sumatera Utara. Kami berharap Ahsan dapat tampil maksimal dan membawa nama baik daerah,” tambahnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa MTQ tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga melahirkan generasi muda Qur’ani yang mampu menghadirkan gagasan solutif terhadap isu-isu strategis daerah, termasuk bagaimana pembangunan pertambangan seperti yang ada di Dairi dapat tetap berjalan dengan memperhatikan etika lingkungan berdasarkan tuntunan Al-Qur’an.(Amk)













