MEDAN |Nusantara Jaya News — Ketegangan terjadi pasca beredarnya pemberitaan terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Klambir Lima Kebun. Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berinisial AS, diduga melontarkan tantangan “perang media” kepada Koordinator Lapangan (Korlap) Forum Pemuda Mahasiswa Anti Korupsi (FPMAK) Sumatera Utara, Afriansyah Pasai.
Peristiwa ini bermula pada Selasa (12/06) malam hari, ketika Afriansyah meneruskan tautan berita nusantarajayanews.id yang beredar kepada yang bersangkutan. Namun, respon yang diterima justru bernada konfrontatif.
Berdasarkan bukti pesan WhatsApp yang beredar, AS—yang juga santer diisukan berprofesi sebagai wartawan asal Aceh—mempertanyakan maksud pengiriman berita tersebut dengan nada tinggi.
“Apa maksudnya kirim berita ini ke aku?” tulis AS dalam pesan tersebut, yang kemudian dilanjutkan dengan kalimat tantangan, “Maumu perang media kita kah?”
Menanggapi reaksi keras dari pihak SPPG tersebut, Afransyah menyayangkan sikap arogansi yang ditunjukkannya apalagi yang bersangkutan bertanggung jawab atas program strategis nasional seperti MBG.
“Sangat disayangkan, alih-alih memberikan klarifikasi yang substansial terkait isi berita, yang bersangkutan malah menantang perang media. Sebagai penanggung jawab Satuan Pelayanan, seharusnya beliau lebih mengedepankan transparansi dan komunikasi yang sehat,” ujar Afransyah.
Tindakan AS memicu pertanyaan di tengah masyarakat mengenai profesionalisme pengelola SPPG di Klambir Lima Kebun dibawah naungan Yayasan Atifa Maju Mandiri. Program Makanan Bergizi Gratis merupakan program vital yang diawasi ketat oleh publik, sehingga respons defensif dan provokatif dari pihak pengelola dianggap dapat menghambat jalannya keterbukaan informasi. (AH)













