banner 1000x130

Kick Off Journalism Camp 2026 Siap Cetak Jurnalis Sepak Bola Profesional di Bali, Hadirkan Praktisi Pengalaman

banner 2500x130 banner 1000x130

Gianyar – Nusantarajayanews. id | Komunitas Jurnalis Sepak Bola Nusantara KJSN menggelar Kick Off Journalism Camp 2026 sebagai pelatihan khusus jurnalis peliput sepak bola. Mengusung tema “Dari Stadion ke Ruang Redaksi”, acara ini menargetkan wartawan dan calon jurnalis olahraga untuk meningkatkan kualitas liputan.

Pelatihan gratis dengan puluhan peserta dari bermacam media ini berlangsung Kamis, ( 25/6/2026), di Bali United Cafe, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

banner 1000x130 banner 1000x130

Dua pemateri praktisi berpengalaman dihadirkan diantaranya Nandang P Sidik dan M. Rais Adnan. Peserta akan mendapatkan materi update, praktik langsung liputan, sertifikat kegiatan, serta sesi networking dan sharing dengan sesama jurnalis sepak bola baik lokal maupun nasional.

Pemateri pertama disampaikan oleh Muhamad Rais Adnan, jurnalis dan pengamat olahraga dengan pengalaman lebih dari satu dekade di media nasional.

Dalam materi yang disampaikan, Muhamad Rais Adnan membagikan rekam jejak kariernya sebagai potret perjalanan jurnalis sepak bola profesional. Pengalaman meliput dari lapangan hingga memimpin redaksi menjadi bekal bagi pemateri untuk menekankan pentingnya integritas di setiap tahap karier.

Memasuki sesi pertama, pemateri Rais Adnan menegaskan definisi jurnalis sepak bola yang sesungguhnya. Menurut nya, jurnalis dalam meliput pertandingan sepakbola bukan sekadar melaporkan skor akhir pertandingan. Jurnalis sepak bola dituntut menyelami cerita di balik pertandingan, meliputi yang meliputi, Taktik dan strategi permainan, manajemen dan politik klub, isu sosial, korupsi, doping dan Kehidupan pribadi pemain.

Ia juga menggarisbawahi peran ganda jurnalis olahraga. Pertama sebagai informator yang bertugas menyampaikan fakta secara akurat. Kedua sebagai pengawas watchdog yang mengawasi kebijakan, transparansi, dan tata kelola di dunia sepak bola.

“Jurnalis sepak bola hari ini dituntut punya kedalaman analisis. Kita tidak hanya bicara 90 menit di lapangan, tapi juga ekosistem, bisnis, dan dampak sosialnya,” ujar Rais menekankan poin dalam materi yang disampaikannya.

Rais juga memberikan tips bagaimana menyiasati jika keterbatasan SDM saat meliput pertandingan yang digelar bersamaan.
keterbatasan personel membuat wartawan tidak mungkin menulis laporan pertandingan satu per satu.

“Kalau kita ada keterbatasan orang kemudian kita tidak akan bisa menulis laporan pertandingan itu satu persatu, tapi bisa alternatif ambil angle sisi lain. Yang pasti adalah pertandingan besar dulu. Di situ kita ambil, tinggal rekap pertandingan. Jangan hanya sekadar mengejar skor itu hasil pertandingannya,” jelasnya.

Pemateri kedua yaitu, Nandang P Sidik memberikan sudut pandang berbeda. Mengusung topik “Prosedur Peliputan Kompetisi Resmi Sepak Bola Liga 1 dan Liga 2” Nandang membagikan panduan lengkap berdasarkan pengalamannya 8 tahun sebagai media officer dan jurnalis bola.com sejak 2016.

Membuka sesi, Nandang menegaskan prinsip dasar kerja jurnalis lapangan yaitu Profesional, Akurat, Beretika, Berkontribusi. Ia menyoroti 1 poin yang paling sering diabaikan jurnalis pemula yaitu proses administrasi. Setiap awal musim, PT LIB selaku operator kompetisi menggelar workshop 3 hari untuk 18 media officer Liga 1 dan 20 media officer Liga 2.

“Workshop itu tujuannya menyamakan pemahaman regulasi antara operator, klub, dan media. Media officer adalah bagian dari manajemen klub yang bertugas melayani media untuk liputan pertandingan, latihan, hingga wawancara eksklusif,” jelas Nandang.

Ia mencontohkan kasus yang sering terjadi ketika wartawan non-olahraga yang ditugaskan dadakan meliput laga besar tanpa ID liputan resmi. Akibatnya ditolak petugas keamanan stadion.

“Hukumnya tegas. Tanpa registrasi dan ID, tidak boleh masuk stadion sampai kompetisi selesai. Itu bukan arogansi media officer, tapi regulasi kompetisi,” tegasnya.

Nandang memaparkan alur baku yang wajib dipatuhi jurnalis antara lain, Akreditasi Media ke PSSI/LIB, Persetujuan Klub tuan rumah, Pengambilan ID Card Media, Masuk Stadion sesuai zona, Peliputan Pertandingan, Mixed Zone pasca laga, Konferensi Pers resmi pelatih, Publikasi Berita sesuai kode etik jurnalistik.

Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi jurnalis muda agar mampu membangun karier yang berkelanjutan tanpa mengorbankan kode etik dan integritas profesi jurnalistik.(tik)

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130