DENPASAR | NUSANTARA JAYA NEWS — Kepolisian Daerah (Polda) Bali bergerak cepat memberikan dukungan dalam penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.(24/8)
Sebanyak 110 personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Bali diberangkatkan untuk melaksanakan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) dalam rangka membantu jajaran kepolisian dan instansi terkait menangani bencana Karhutla yang berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pemberangkatan pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. melalui upacara pelepasan yang berlangsung di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kabupaten Badung, Bali.
Ratusan personel tersebut selanjutnya diberangkatkan menggunakan sarana angkutan udara menuju Pontianak, Kalimantan Barat, untuk bergabung dalam operasi penanganan Karhutla.
Pengerahan personel Satbrimob Polda Bali ini menjadi bagian dari langkah cepat Polri dalam memperkuat penanganan bencana di wilayah yang mengalami peningkatan titik api, khususnya kawasan yang memiliki lahan gambut dan rentan terhadap kebakaran.
Pengiriman pasukan lintas pulau tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan operasional Polri, tetapi juga mencerminkan solidaritas nasional dalam menghadapi bencana yang mengancam keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Kehadiran personel Brimob Polda Bali di Kalimantan Barat diharapkan dapat memperkuat jajaran Polda Kalimantan Barat bersama pemerintah daerah serta instansi terkait dalam melakukan berbagai upaya penanggulangan Karhutla.
Pasukan yang diberangkatkan memiliki tugas untuk membantu penanganan di lapangan, termasuk mendukung upaya pengendalian kebakaran dan berbagai langkah mitigasi guna mencegah meluasnya titik api.
Karhutla yang terjadi di kawasan lahan gambut membutuhkan penanganan serius dan terpadu. Kondisi lahan yang mudah terbakar serta potensi munculnya titik api baru membuat proses pemadaman membutuhkan personel, peralatan, koordinasi dan kesiapsiagaan yang maksimal.
Karena itu, dukungan personel dari daerah lain menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemampuan penanganan di wilayah terdampak.
Dalam arahannya saat pelepasan, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya memberikan sejumlah pesan kepada seluruh personel yang menjalankan tugas BKO.
Kapolda mengingatkan agar setiap anggota senantiasa menjaga kesehatan selama menjalankan tugas di lapangan. Kondisi fisik menjadi salah satu faktor penting mengingat penanganan Karhutla dapat berlangsung dalam situasi yang berat dan membutuhkan ketahanan personel.
Selain kesehatan, keselamatan juga menjadi perhatian utama. Para personel diminta tetap mengutamakan prosedur keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas serta menjaga kekompakan selama berada di wilayah operasi.
Kapolda juga meminta seluruh anggota memberikan dedikasi terbaik dalam membantu masyarakat Kalimantan Barat yang terdampak bencana.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa tugas yang diemban bukan semata-mata operasi kepolisian, melainkan juga bagian dari misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.
Bantu Masyarakat Hadapi Dampak Kabut Asap
Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap kawasan hutan dan lahan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran dapat mengganggu aktivitas warga serta menurunkan kualitas udara. Dalam kondisi tertentu, asap pekat juga dapat mengganggu jarak pandang dan aktivitas transportasi.
Di sisi lain, kebakaran pada kawasan gambut memiliki tantangan tersendiri karena api dapat menyebar dan bertahan di bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan secara menyeluruh.
Dengan adanya tambahan kekuatan personel Satbrimob Polda Bali, diharapkan koordinasi penanganan Karhutla di Kalimantan Barat dapat semakin optimal.
Kehadiran personel Brimob juga diharapkan mampu mendukung percepatan pengendalian titik api sekaligus membantu meminimalisasi dampak bencana terhadap masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak.
Pengerahan 110 personel Satbrimob Polda Bali menjadi bukti kesiapsiagaan Polri dalam merespons kondisi darurat yang terjadi di wilayah lain.
Kekuatan personel dari Bali dikirim untuk membantu saudara sebangsa di Kalimantan Barat, sekaligus memperkuat sinergi antarkepolisian daerah dan instansi pemerintah dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Operasi tersebut diharapkan dapat berjalan dengan baik melalui koordinasi yang erat antara personel BKO, Polda Kalimantan Barat, pemerintah daerah, TNI, BPBD, Manggala Agni serta unsur terkait lainnya.
Dengan semangat pengabdian dan kemanusiaan, Satbrimob Polda Bali diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, disiplin dan penuh tanggung jawab hingga situasi Karhutla di wilayah Kalimantan Barat dapat dikendalikan.
Bagi Polri, penanganan bencana bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat, menjaga lingkungan serta mempercepat pemulihan kondisi wilayah yang terdampak.
Pelepasan pasukan di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai pun menjadi awal dari tugas kemanusiaan 110 personel Satbrimob Polda Bali untuk membantu menangani darurat Karhutla di Kalimantan Barat.(Red)














