banner 1000x130
Polri  

Kakorlantas Polri Ajak Ojol jadi Pelopor keselamatan

banner 2500x130 banner 1000x130

Tangerang Selatan. Pengemudi ojek online (ojol) diajak ikut berperan aktif dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Wibowo mendorong para pengemudi ojol menjadi agen sekaligus pelopor keselamatan berlalu lintas.

Ajakan tersebut disampaikan Irjen Pol. Wibowo saat menghadiri Gebyar Keselamatan Berlalu Lintas yang digelar Korlantas Polri bersama sejumlah pemangku kepentingan dan komunitas ojol di Pusdiklantas Polri, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Kamis (27/08/2026).

banner 1000x130

“Jalan raya sebagai ruang bersama harus kita kelola dengan disiplin, kepedulian, dan semangat keselamatan. Di sisi lain, potensi pelanggaran, kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama,” ujar Wibowo.

Menurutnya, kegiatan Gebyar Keselamatan Berlalu Lintas menjadi salah satu langkah bersama untuk menekan angka kecelakaan dan mengurangi risiko korban meninggal maupun luka akibat kecelakaan di jalan.

Berdasarkan data Korlantas Polri, sepanjang 2025 tercatat sekitar 158 ribu kasus kecelakaan lalu lintas. Sementara hingga Juli 2026, angka kecelakaan disebut mengalami penurunan sebesar 22,92 persen.

Wibowo menegaskan, penurunan angka kecelakaan bukan sekadar pencapaian statistik. Di balik angka tersebut terdapat keselamatan dan nyawa masyarakat yang harus terus dijaga.

“Ini bukan sekadar angka. Namun demikian, ada keselamatan nyawa, keselamatan jiwa yang harus sama-sama kita jaga,” katanya.

Wibowo menilai pengemudi ojol memiliki posisi strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Dengan mobilitas yang tinggi dan aktivitas yang berlangsung setiap hari di jalan, pengemudi ojol dinilai dapat menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya,“Rekan-rekan ojol adalah mitra strategis Korlantas,” ujar Wibowo.

Karena itu, ia mengajak para pengemudi ojol tidak hanya mengutamakan ketepatan waktu dan pelayanan kepada penumpang, tetapi juga memperhatikan keselamatan, etika berkendara, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Ia berharap para peserta Gebyar Keselamatan Berlalu Lintas tidak sekadar mengikuti kegiatan, tetapi juga membawa semangat keselamatan tersebut dalam aktivitas sehari-hari. “Kita ingin rekan-rekan semua pulang bukan hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi menjadi agen keselamatan lalu lintas,” tuturnya.

Korlantas Polri juga mengingatkan sejumlah pelanggaran yang masih kerap ditemukan di jalan, seperti tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, menggunakan telepon seluler saat berkendara, hingga melawan arus.

Wibowo mengatakan, pengendara pada dasarnya tidak luput dari kesalahan. Namun, setiap pelanggaran perlu menjadi bahan evaluasi agar tidak berujung pada kecelakaan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kalaupun melanggar, itu cuma rekapitulasi. Untuk mengingatkan bahwa mereka juga manusia, tentu tidak luput dari kesalahan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara kepolisian, pengemudi ojol, komunitas, dan seluruh pengguna jalan, budaya keselamatan diharapkan semakin kuat sehingga jalan raya dapat menjadi ruang bersama yang lebih aman bagi semua.(Red)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130