Tangerang Selatan — Laskar Gibran terus mendorong gerakan kolaboratif dalam penanganan persoalan sampah perkotaan. Dipimpin langsung oleh Pembina Laskar Gibran Jansen A. Sirait, bersama Ketua Bidang OKK & Pengembangan SDM Ilham dan Ketua Bidang Lingkungan Hidup R. Satrio Budoyo, Laskar Gibran bersinergi dengan sejumlah stakeholder pemerintahan dan juga berkolaborasi dengan fraksi PSI Tangsel, dan mendapat dukungan penuh dari ketua Fraksi PSI, Alex prabu dan ketua DPD PSI Tangsel, Steven Jansen di Kota Tangerang Selatan melalui model perdana yang secara khusus untuk mendorong keterlibatan kawasan dan masyarakat sekitar TPA Cipeucang, dengan pendekatan dari hulu, ekonomi sirkular, pemberdayaan hingga teknologi pengolahan sampah.(1/9)
Kolaborasi tersebut diarahkan melalui gagasan pengembangan kawasan dan masyarakat sekitar Cipeucang sebagai pilot project percontohan transformasi pengelolaan sampah terpadu. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sekitar bukan hanya sebagai penerima dampak dari persoalan sampah, tetapi sebagai bagian dari penggerak solusi melalui pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, pengolahan, ekonomi sirkular, pemberdayaan masyarakat, hingga optimalisasi teknologi pengolahan sampah.
Model tersebut diharapkan dapat menjadi pendekatan baru dalam pengelolaan kawasan sekitar TPA Cipeucang dan, dapat dikembangkan serta direplikasi di wilayah lain di Indonesia.
Jansen A. Sirait menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia usaha dan berbagai stakeholder.
“Kami ingin hadir bukan hanya untuk mengkritisi persoalan sampah, tetapi ikut bahu membahu mencari solusi dan membantu pemerintah menciptakan model pengelolaan sampah yang bisa diterapkan dan direplikasi di daerah lain,” ujar Jansen.
Sementara itu, Ilham menambahkan bahwa aspek pemberdayaan pemuda dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam konsep tersebut. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi sirkular dan lingkungan.
Adapun R. Satrio Budoyo menekankan pentingnya pendekatan lingkungan yang terintegrasi, mulai dari pengurangan sampah di tingkat rumah tangga hingga pengelolaan residu secara profesional.
Melalui pengembangan model pengelolaan sampah terpadu di kawasan sekitar Cipeucang, Laskar Gibran berharap dapat terbangun sebuah model kolaborasi yang mengubah paradigma “sampah sebagai beban” menjadi “sampah sebagai sumber daya”, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, hijau dan produktif.
Ketua faksi PSI DPRD Tangsel menyambut baik inisiatif dari Laskar Gibran turut membantu Pemkot mengolah sampah dari hulu sebagai bagian menumbuhkan ekonomi sirkular yang bermanfaat bagi masyarakat dan Pemkot tentunya.
“Program yang sedang digiatkan pengolahan sampah dari hulu oleh Pemkot perlu diperkuat dan digalakkan dengan berbasisi digital.
Makin banyak warga terlibat terutama anak² muda makin baik sebagai bentuk nyata kepedulian masa lingkungan dimasa depan”
Steven Jansen, Ketua DPD PSI Tangerang Selatan memfasilitasi kunjungan tersebut ke TPA Cipeucang untuk melihat secara langsung kondisi dan upaya penataan yang sedang dilakukan, sekaligus membuka ruang dialog bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan.
“Saya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam melakukan penataan TPA Cipeucang. Saya berharap kunjungan ini dapat memperkuat kolaborasi, inovasi, dan pertukaran gagasan dari berbagai pihak, sehingga pengelolaan sampah di Tangerang Selatan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Laskar Gibran berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi dan memperkuat kolaborasi lintas stakeholder demi terwujudnya Indonesia Bersih, Sehat dan Hijau untuk mendukung program ASRI kepemerintahan Prabowo Gibran, ujar Leonardo Sirait Ketua Umum Laskar Gibran.(Jhd)















