banner 1000x130

SMA Double Track di Ponorogo Didorong Naik Kelas, Siswa Diminta Berani Bangun Branding dan Pasar

banner 2500x130 banner 1000x130

PONOROGO – Program SMA Double Track (DT) di Jawa Timur terus didorong tidak hanya menjadi wadah bagi siswa untuk memperoleh keterampilan tambahan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak di bangku sekolah.

Hal tersebut terlihat dalam rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program SMA Double Track di wilayah Ponorogo, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai bersama Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) wilayah Ponorogo-Magetan.

banner 1000x130

Dalam kegiatan evaluasi tersebut, perwakilan Kelompok Usaha Siswa (KUS) diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman mereka dalam mengembangkan usaha melalui DT Mart di sekolah masing-masing.

Berbagai pengalaman yang disampaikan menunjukkan bahwa pelaksanaan Double Track memberikan ruang yang cukup luas bagi siswa untuk belajar di luar aspek akademik.

Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga berhadapan langsung dengan proses menghasilkan produk, mengelola usaha, hingga memperkenalkan hasil karya kepada konsumen.

Cerita yang muncul dari para murid, trainer maupun kepala sekolah memperlihatkan adanya proses pembelajaran yang lebih kontekstual. Siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal bagaimana sebuah produk dibuat, dikemas, dipasarkan dan dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi.

Program Double Track pun dinilai menjadi salah satu jembatan penting bagi siswa untuk mengenali potensi dirinya sejak dini.

Keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program dapat menjadi bekal ketika siswa memilih melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja maupun mencoba membangun usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA.

Dalam evaluasinya, Aries Agung Paewai memberikan dorongan kepada seluruh Kelompok Usaha Siswa agar tidak berhenti pada tahap menghasilkan sebuah karya atau produk.

Menurutnya, produk yang dihasilkan siswa harus terus dikembangkan sehingga memiliki daya saing dan mampu dikenal oleh masyarakat. Karena itu, siswa perlu memiliki keberanian untuk memperkenalkan produknya secara lebih luas.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah branding. Siswa perlu memahami bahwa sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas barang yang dibuat, tetapi juga bagaimana produk tersebut diperkenalkan dan memiliki identitas yang kuat di mata konsumen.

Selain branding, pemahaman mengenai pasar juga menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha siswa. Dengan mengenali kebutuhan dan karakter konsumen, KUS diharapkan mampu melakukan inovasi terhadap produk yang mereka hasilkan.

“Jangan berhenti hanya pada menghasilkan karya. Produk harus dikembangkan, dikenalkan dan memiliki pasar,” menjadi semangat yang ditekankan dalam proses evaluasi tersebut.

Aries juga mendorong agar siswa mulai membangun kepercayaan konsumen. Hal itu dapat dilakukan melalui kualitas produk, kemasan, pelayanan serta konsistensi dalam menjaga produk yang ditawarkan.

Keberadaan DT Mart di lingkungan sekolah menjadi bagian dari proses pembelajaran kewirausahaan yang dapat dirasakan secara langsung oleh siswa.

Melalui aktivitas tersebut, siswa dapat belajar memahami bahwa membangun sebuah usaha membutuhkan proses. Mulai dari menentukan produk, produksi, pengemasan, promosi, pemasaran hingga melakukan evaluasi terhadap hasil penjualan.

Pengalaman seperti itu menjadi nilai tambah bagi siswa karena mereka tidak hanya belajar dari buku atau materi di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman menghadapi situasi nyata.

Pendampingan dari guru, trainer dan Tim ITS juga menjadi faktor penting agar proses tersebut berjalan secara berkelanjutan. Para siswa mendapatkan arahan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sekaligus belajar mengevaluasi kekurangan dari produk maupun strategi pemasaran yang dilakukan.

Dengan pola pendampingan tersebut, Double Track diharapkan tidak menjadi program yang hanya berjalan dalam waktu tertentu. Sebaliknya, keterampilan yang sudah diperoleh siswa dapat terus dikembangkan menjadi pengalaman dan kompetensi yang bermanfaat dalam jangka panjang.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap program SMA Double Track mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan mental kewirausahaan.

Kreativitas, kemandirian dan kepercayaan diri menjadi sejumlah karakter yang diharapkan tumbuh melalui kegiatan tersebut.

Siswa juga didorong untuk berani mengambil peluang dan tidak takut mencoba. Ketika sebuah produk belum mendapatkan respons sesuai harapan, pengalaman tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan.

Dengan demikian, proses kewirausahaan di sekolah bukan semata-mata mengejar keuntungan, melainkan menjadi media pembelajaran untuk membangun pola pikir kreatif, disiplin, bertanggung jawab dan mampu mengambil keputusan.

Monitoring dan evaluasi di wilayah Ponorogo tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan SMA Double Track terus berkembang sesuai kebutuhan siswa dan tantangan dunia usaha.

Melalui sinergi antara Dinas Pendidikan Jawa Timur, sekolah, guru, trainer, Tim ITS, MKKS dan Kelompok Usaha Siswa, program Double Track diharapkan semakin mampu memberikan manfaat nyata.

Pada akhirnya, siswa tidak hanya pulang membawa ijazah, tetapi juga membawa keterampilan, pengalaman, keberanian berwirausaha dan kesiapan menghadapi berbagai pilihan masa depan.

Program SMA Double Track pun diharapkan terus menjadi salah satu instrumen pendidikan Jawa Timur dalam mempersiapkan lulusan yang lebih kreatif, mandiri, produktif dan adaptif terhadap perkembangan dunia kerja maupun dunia usaha.(Red)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130