Jember |Nusantara Jaya News — Gelaran “Jatim Specialty Coffee, Tobacco & UKM/UMKM Fest Vol 3” yang akan berlangsung pada 15 hingga 17 Mei 2026 di Kabupaten Jember mendapat dukungan penuh dari Ketua LSM MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo.
Menurut Heru Satriyo, kegiatan berskala regional tersebut bukan hanya menjadi ajang hiburan dan perlombaan semata, tetapi juga langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui sektor kopi, tembakau, dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Dalam keterangannya, Heru menilai Jember memiliki potensi besar di sektor perkebunan, khususnya kopi dan tembakau, yang selama ini menjadi salah satu identitas unggulan Jawa Timur. Karena itu, event seperti ini dinilai sangat penting untuk membuka peluang promosi sekaligus memperluas pasar bagi produk lokal.
“Festival ini sangat positif karena mampu menyatukan banyak elemen, mulai dari pelaku UMKM, petani kopi dan tembakau, komunitas kreatif, hingga generasi muda. Ini bentuk nyata bagaimana ekonomi rakyat bisa tumbuh melalui kolaborasi,” ujar Heru Satriyo, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan perkembangan UMKM di Jawa Timur saat ini membutuhkan dukungan konkret berupa ruang promosi, pemasaran, serta kegiatan yang mampu menarik perhatian publik. Dengan konsep festival yang dikemas modern dan kreatif, masyarakat akan lebih mudah mengenal produk-produk lokal berkualitas.
“Banyak produk UMKM kita sebenarnya punya kualitas luar biasa. Tinggal bagaimana diberikan panggung yang tepat agar dikenal masyarakat luas. Kegiatan seperti ini menjadi jawaban untuk membantu pelaku usaha naik kelas,” ungkapnya.
Event “Jatim Specialty Coffee, Tobacco & UKM/UMKM Fest Vol 3” menghadirkan berbagai rangkaian acara menarik yang dipusatkan di kawasan Pendopo Bupati Jember. Salah satu agenda yang diprediksi menjadi perhatian masyarakat adalah Jember 5K Fun Run yang akan digelar Minggu, 17 Mei 2026 mulai pukul 06.00 WIB.
Tak hanya itu, festival tersebut juga akan dimeriahkan dengan Karaoke Competition antar OPD se-Kabupaten Jember dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Fanchant K-Pop Competition yang menyasar kalangan generasi muda, hingga Coffee Brewing Competition yang menjadi wadah para pecinta kopi menunjukkan kreativitas meracik kopi terbaik.
Sementara pada sektor pemberdayaan ekonomi, panitia menghadirkan Kreasi UKM/UMKM Expo Competition yang menampilkan berbagai produk inovatif dari pelaku usaha lokal. Pameran tersebut diharapkan menjadi sarana promosi sekaligus mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen secara langsung.
Heru Satriyo mengapresiasi langkah penyelenggara yang berhasil memadukan unsur olahraga, hiburan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu event besar. Menurutnya, konsep tersebut mampu menciptakan daya tarik tersendiri sehingga festival tidak hanya dinikmati masyarakat Jember, tetapi juga pengunjung dari berbagai daerah lain.
“Ini strategi yang bagus. Ketika acara dikemas menarik dan melibatkan banyak komunitas, otomatis akan mendatangkan massa. Dampaknya tentu sangat baik bagi perputaran ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.
Ia juga menilai festival tersebut mampu menjadi media promosi efektif untuk memperkenalkan kopi khas Jawa Timur yang selama ini dikenal memiliki kualitas premium dan cita rasa unggulan. Begitu pula dengan komoditas tembakau yang menjadi salah satu sektor andalan petani di wilayah Jember dan sekitarnya.
Selain perlombaan dan expo UMKM, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi peserta Fun Run dan pengunjung. Hadiah utama berupa uang pembinaan jutaan rupiah, sepeda motor listrik, smartphone, smart TV, hingga berbagai doorprize lainnya dipastikan menambah antusiasme masyarakat.
Menariknya lagi, pendaftaran kegiatan dibuka secara gratis untuk seluruh peserta. Hal itu menjadi bentuk komitmen panitia agar festival dapat dinikmati semua kalangan tanpa terkendala biaya.
Heru Satriyo berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin dan berkelanjutan di berbagai daerah di Jawa Timur sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin UMKM Jawa Timur semakin maju, mandiri, dan mampu bersaing. Event seperti ini harus terus didukung karena memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan ekonomi kreatif,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun ekonomi daerah yang kuat dan berkelanjutan.
“Kalau semua bergerak bersama, saya optimistis potensi lokal Jawa Timur akan semakin berkembang dan mampu menjadi kekuatan ekonomi yang besar,” pungkas Heru Satriyo. (Red)













